JAKARTA, Radarjakarta.id — Aktor dan presenter Billy Syahputra mengungkapkan pengalaman menghadapi perbedaan budaya dalam mengasuh anak setelah menikah dengan perempuan berkebangsaan Belarus, Vika Kolesnaya. Perbedaan latar belakang budaya Indonesia dan Eropa Timur tersebut sempat memunculkan diskusi intens, terutama pada fase awal kelahiran buah hati mereka.
Billy menuturkan, perbedaan paling menonjol muncul dalam hal perawatan bayi, khususnya terkait tradisi membedong dan pemberian air putih. Menurutnya, sang istri yang terbiasa dengan budaya Barat mempertanyakan kebiasaan tersebut karena tidak umum dilakukan di negaranya.
“Di awal-awal kelahiran anak, Vika sempat bertanya kenapa bayi harus dibedong dan mengapa tidak boleh diberi air putih. Itu berdasarkan kebiasaan dan saran orang tuanya di Belarus,” ujar Billy saat ditemui di kawasan PIK 2, Tangerang, Selasa (3/2/2026).
Billy kemudian menjelaskan bahwa dalam praktik pengasuhan yang lazim di Indonesia, bayi pada usia tertentu dianjurkan hanya mengonsumsi ASI atau susu formula tanpa tambahan air putih.
“Saya jelaskan bahwa di budaya kita, bayi belum boleh diberi air putih. Cukup ASI atau susu dulu sampai usianya memungkinkan,” katanya.
Upaya Menyatukan Pola Asuh
Billy mengakui perbedaan tersebut sempat memicu perdebatan kecil. Namun, ia dan Vika berupaya menyatukan pandangan dengan saling memahami latar belakang masing-masing.
“Yang terpenting adalah bagaimana kami sebagai orang tua bisa memberikan yang terbaik untuk anak. Kami saling belajar dan menghargai perbedaan budaya,” ujar Billy.
Dalam pengasuhan sehari-hari, Billy juga mulai menanamkan nilai-nilai agama Islam sejak dini, seperti membiasakan penggunaan salam dan ucapan basmalah dalam aktivitas anak.
“Kami biasakan bahasa yang baik dan sopan. Hal-hal sederhana seperti mengucapkan salam dan bismillah itu penting untuk pembentukan karakter,” tambahnya.
Rencana Kunjungan ke Belarus
Selain membahas soal parenting, Billy turut mengungkap rencana keluarga untuk mengunjungi Belarus setelah Lebaran 2026. Kunjungan tersebut bertujuan mempertemukan anak mereka dengan keluarga besar Vika, khususnya kakek dan nenek dari pihak ibu.
Namun rencana itu dihadapkan pada kendala jarak dan kekhawatiran orang tua Vika yang belum pernah melakukan perjalanan udara jarak jauh.
“Orang tua Vika, terutama ibunya, sangat takut naik pesawat. Perjalanan dari Indonesia ke Belarus memakan waktu sekitar 18 jam, jadi akhirnya kami yang berencana datang ke sana,” jelas Billy.
Ia mengaku sempat meminta agar mertuanya berkunjung ke Indonesia, tetapi kekhawatiran tersebut sulit diatasi. Oleh karena itu, Billy dan Vika memilih untuk mengalah demi mempererat hubungan keluarga.
Kehidupan Rumah Tangga
Di tengah tantangan perbedaan budaya, Billy menyebut kehidupan rumah tangganya tetap berjalan harmonis. Ia kerap memberikan perhatian kecil kepada sang istri sebagai bentuk dukungan, termasuk menghadiahkan laptop baru yang sudah lama dibutuhkan Vika.
“Semua yang saya berikan ke istri saya itu dari hati. Yang penting dia bahagia,” pungkas Billy.***











