Alexius Toreh Tutup Usia: Kakaskasen Berduka, Indonesia Kehilangan Teladan

banner 468x60

TOMOHON, Radarjakarta.id – Duka mendalam menyelimuti Kakaskasen, Tomohon. Seorang panutan, pendidik, sekaligus tokoh umat Katolik, Alexius Toreh, wafat pada Rabu, 23 Juli 2025, dalam usia 82 tahun, 10 bulan, dan 23 hari. Warga Tomohon kehilangan sosok yang telah setengah abad lebih mengabdikan hidupnya untuk pendidikan dan pelayanan umat.

Ribuan orang memadati prosesi pemakaman yang digelar Jumat, 25 Juli 2025. Gereja dan halaman rumah duka dipenuhi pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada pria yang selama ini dikenal sebagai guru yang bersahaja dan pemimpin rohani yang bijaksana.

“Beliau tidak hanya guru di kelas, tetapi juga guru kehidupan,” kata Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius, tempat Alexius selama puluhan tahun aktif melayani. “Kami semua berutang pada keteladanan beliau.”

Dari Guru ke Gembala Umat

Lahir di Kakaskasen pada 30 Agustus 1942, Alexius Toreh tumbuh dalam keluarga Katolik sederhana. Ia memulai karier sebagai guru, mengajar di berbagai sekolah di Tomohon. Tapi peran Alexius tak berhenti di ruang kelas. Sejak usia 32 tahun, ia mulai terlibat aktif dalam pelayanan gereja. Dari situ, namanya melekat erat dengan Paroki St. Fransiskus Xaverius.

Selama lima dekade, ia dikenal sebagai pendoa yang setia, pemimpin umat yang tangguh, dan panutan dalam berbagai pelayanan gerejani. Dedikasinya turut membentuk struktur sosial dan spiritual umat Katolik Kakaskasen.

“Pak Alexius bukan hanya mengajarkan ilmu, tapi juga nilai-nilai kehidupan,” ujar salah satu mantan muridnya. “Ia menghidupi apa yang diajarkannya.”

Warisan Teladan

Kepergian Alexius Toreh tidak hanya meninggalkan kekosongan dalam struktur gereja lokal, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat Tomohon. Kehadirannya selama ini menjadi jangkar spiritual dan moral bagi umat dan warga sekitar.

“Ini bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi bagi seluruh kota,” ucap Wali Kota Tomohon dalam sambutan duka.

Meninggalkan warisan berupa dedikasi, kesederhanaan, dan cinta pada pelayanan, sosok Alexius Toreh kini menjadi simbol teladan lintas generasi. Sebuah figur langka dalam arus zaman yang kian pragmatis.

Selamat Jalan, Pak Alexius

Umat Katolik Kakaskasen kini menatap sunyi dalam keheningan, merenungkan teladan yang ditinggalkan oleh Alexius Toreh. Nama dan jejak hidupnya akan tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Tomohon.

Semoga pengabdiannya menjadi suluh bagi generasi mendatang, dan semoga ia beristirahat dalam damai abadi di sisi Sang Maha Kasih.|Pranowo*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.