RADAR JAKARTA|Jakarta — Warga Jakarta dan sekitarnya, bersiaplah! Kota Metropolitan ini terancam lumpuh total pada Selasa, 20 Mei 2025, akibat gelombang besar aksi unjuk rasa nasional dari ribuan pengemudi ojek dan taksi online yang akan turun ke jalan. Aksi ini bukan demo biasa—ini adalah Aksi Akbar 205, dan Jakarta akan jadi pusat ledakan kemarahan para pengemudi online dari seluruh penjuru Tanah Air!
Dipimpin oleh organisasi Garda Indonesia, ribuan pengemudi yang tergabung dalam komunitas ojol dan taksi online dari Pulau Jawa, Sumatera hingga Banten akan membanjiri titik-titik krusial ibu kota, seperti Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), hingga Gedung DPR RI. “Jangan kaget kalau Jakarta mendadak jadi lautan jaket hijau dan macet parah,” ujar Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono.
Tak hanya Jakarta, aksi nasional serentak juga akan bergema di kota-kota besar seperti Surabaya dan Sidoarjo. Di Jawa Timur, sekitar 6.000 driver yang tergabung dalam Frontal (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) akan mengguncang sejumlah titik vital seperti Gedung Negara Grahadi, Kantor Dishub Jatim, hingga markas aplikator.
—
Ledakan Tuntutan Pengemudi: “Kami Sudah Muak!”
Apa yang memicu kemarahan para pengemudi? Ini dia daftar tuntutan utama mereka:
1. Potongan aplikasi diturunkan drastis dari 30–50% menjadi hanya 10%
2. Tarif pengantaran penumpang harus naik
3. Regulasi jelas untuk layanan antar makanan & barang
4. Penentuan tarif bersih yang pasti diterima pengemudi
5. Desakan keras agar pemerintah segera sahkan UU Transportasi Online
“Kami capek dijadikan sapi perah oleh aplikator. Kami menuntut keadilan, bukan belas kasihan!” tegas Igun Wicaksono. Ia juga menambahkan bahwa aplikator-aplikator besar telah melanggar aturan Kepmenhub KP No.1001 Tahun 2022 dengan memotong pendapatan driver hingga 50%, padahal regulasi membatasi hanya 20%.
Netizen Terbelah: “Dukung Ojol!” vs “Kasihan Warga Jakarta”
Kabar aksi nasional ini langsung menyita perhatian publik. Di media sosial, tagar seperti #AksiOjol205, #JakartaLumpuh, dan #TurunkanPotongan mulai jadi trending topic. Netizen pun terbelah:
“Sudah saatnya aplikator dipaksa tunduk! Hidup Ojol!” tulis akun @PenggunaSetiaOjol
“Kalau sampe macet total dan bikin warga susah, apa ini solusi? Niat baik, tapi caranya salah,” ujar @JakartaNgamuk
Pemerintah dan Aplikator Masih Bungkam?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun pihak aplikator. Ketidakhadiran mereka dalam dialog publik memicu kecurigaan dan semakin memperkeruh suasana.
“Kalau terus bungkam, jangan salahkan kalau Jakarta lumpuh,” ancam seorang koordinator lapangan.
Waspada Tanggal 20 Mei: Rute Rawan & Seruan Solidaritas Nasional
Berikut titik-titik yang harus dihindari di Jakarta:
Istana Merdeka
Kemenhub
DPR RI
Bundaran HI
Thamrin-Sudirman
Di Jawa Timur, pusat konsentrasi massa akan terjadi di:
Mall Cito, Bundaran Waru
Gedung Negara Grahadi
DPRD Jatim
Kantor aplikator online
“Ini Bukan Sekadar Demo, Ini Reuni Perjuangan!”
Igun menyebut aksi ini sebagai “Reuni Aspirasi Akbar”, melibatkan driver dari berbagai generasi yang pernah turun ke jalan. Jakarta akan menjadi saksi sejarah apakah ini awal perubahan besar di dunia transportasi online, atau justru awal dari kekacauan baru?
Selasa, 20 Mei 2025. Catat tanggalnya. Jangan cuma jadi penonton ini tentang kita semua.
(*)










