Ratusan Kunang-Kunang Hiasi Refleksi Spiritual PWI Jaya di Gunung Padang

banner 468x60

CIANJUR, Radarjakarta.id – Ratusan kunang-kunang yang berkelip di kawasan Teras 5 Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menghadirkan suasana istimewa dalam refleksi Hari Kerohanian Nasional yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya, Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan wartawan, prajurit TNI, dan komunitas pencinta Gunung Padang dalam doa bersama, refleksi spiritual, serta ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Rombongan dipimpin Ketua PWI Jaya Kesit B. Handoyo, didampingi Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Tubagus Adhi, Sekretaris Arman Suparman, dan Bendahara Dar Edi Yoga. Turut hadir Brigjen TNI Cosmas Danga Manukallo, Kepala Juru Pelihara Gunung Padang Nanang Sukmana, serta praktisi spiritual Cahaya Adi Wibowo. Bagi Kesit dan Cosmas, kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertama mengunjungi situs megalitikum yang berada di wilayah Cianjur.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Perjalanan menuju Teras 5 dilakukan dengan melewati tangga-tangga batu dari Teras 1 hingga Teras 5. Di lokasi tersebut, Dar Edi Yoga memimpin refleksi dengan mengajak peserta mengambil jeda dari rutinitas, memperkuat rasa syukur, dan membangun hubungan yang harmonis dengan sesama. Kerlip kunang-kunang di sekitar bebatuan dan pepohonan menjadi pemandangan yang menarik perhatian peserta. Meski sebelumnya kawasan Gunung Padang diselimuti mendung dan sempat diguyur hujan, rangkaian kegiatan tetap berlangsung.

Ketua PWI Jaya Kesit B. Handoyo mengatakan, kunjungan tersebut memberikan kesempatan untuk merenungkan kembali makna kehidupan di tengah kesibukan sehari-hari. “Di tempat ini, kita belajar untuk sejenak melepaskan kesibukan sehari-hari. Kita memberi ruang bagi hati untuk bersyukur, bagi pikiran untuk merenung, dan bagi jiwa untuk menemukan kembali ketenangan,” ujarnya. Ia menegaskan, kerohanian tidak hanya berkaitan dengan pencapaian pribadi, tetapi juga penghormatan terhadap perbedaan dan kepedulian kepada sesama.

Sementara itu, Brigjen TNI Cosmas Danga Manukallo mengapresiasi kegiatan lintas komunitas tersebut. Menurutnya, doa bersama dan kebersamaan dapat memperkuat semangat persatuan serta kepedulian terhadap bangsa. Ia berharap Indonesia senantiasa dijauhkan dari bencana, perpecahan, dan berbagai persoalan yang mengancam persatuan. Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa menjaga keutuhan bangsa membutuhkan pengabdian, persaudaraan, dan sikap saling menghormati.

Setelah refleksi di kawasan situs, rombongan melanjutkan kegiatan di rumah Nanang Sukmana. Cahaya Adi Wibowo memimpin doa syukur dalam bahasa bumi, kemudian seluruh peserta menikmati santap bersama berupa sate dan sop domba putih. Kebersamaan itu menjadi ruang silaturahmi antara wartawan, prajurit TNI, dan komunitas pencinta Gunung Padang tanpa membedakan jabatan maupun latar belakang.

Kegiatan PWI Jaya tersebut tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga mengangkat nilai persaudaraan, toleransi, dan kepedulian terhadap alam serta warisan sejarah. Adapun kerlip kunang-kunang yang disaksikan peserta menjadi pengalaman alam yang berkesan, tanpa perlu dimaknai sebagai sesuatu di luar penjelasan ilmiah. Melalui kegiatan ini, pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menjaga ketenangan batin, menghormati perbedaan, dan merawat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.