BKPM Nilai Indonesia Punya Potensi Kembangkan Industri Makanan dan Minuman

banner 468x60

TANGERANG, Radarjakarta.id – Menurut BKPM Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan makanan dan minuman, termasuk kekayaan resep serta produk pangan lokal. Sementara GAPMMI menilai industri makanan dan minuman memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian nasional.

Hal itu dikatakan Rakhmat Yulianto Direktur Pengembangan Promosi BKPM dan Adi S. Lukman Ketua Umum GAPMMI saat menjadi pembicara di pameran Krista InterFood 2026, saat BKPM dan GAPMMI Menyelenggarakan Seminar Presentation On dengan tema Investment Opportunity And Incentives For The Growing Indonesian Food Industry pada Rabu (4/11) di BM Room Hall 3, Nice PIK 2, Tangerang, Banten.

Menurut Rakhmat, dalam lima tahun terakhir, kita melihat bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan makanan dan minuman, termasuk kekayaan resep serta produk pangan lokal. Potensi tersebut tersebar di berbagai daerah, meskipun konsentrasi produksinya masih banyak berada di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur. Selain itu, sejumlah daerah lain, seperti Sumatera Utara, juga memiliki potensi yang perlu terus dikembangkan.

Karena itu, diperlukan keterlibatan masyarakat dalam memperkuat penyediaan bahan baku dan sumber pangan lokal. Berbagai potensi tersebut harus didukung dengan upaya pengembangan produk, promosi, serta pemanfaatan iklan sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan daya saing.

“Saat ini Indonesia juga tengah bergerak untuk memperkuat posisinya di pasar pangan global. Namun, kita masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain yang telah lebih dahulu menjadi eksportir produk makanan”,  ujarnya.

Dikatakan, pengembangan sektor pangan juga tidak bisa hanya berfokus pada industri makanan dan minuman. Sektor lain, seperti perikanan, perkebunan, dan pertanian, harus mendapat perhatian karena memiliki keterkaitan erat dengan rantai pasok industri pangan.

Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi salah satu pemain besar dalam industri pangan dunia. Oleh karena itu, peluang yang ada harus dimanfaatkan secara optimal, disertai strategi yang tepat agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing dan memperkuat posisinya di pasar internasional.

Sementara Ketum GAPMMI menegaskan,  peran strategis industri makanan dan minuman bagi perekonomian nasional Industri makanan dan minuman memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian nasional. Selain menjadi salah satu sektor yang terus berkembang, industri ini juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ada sejumlah indikator yang menunjukkan bahwa kinerja industri mulai bergerak positif. Salah satunya terlihat dari peningkatan aktivitas menjelang berbagai hari besar keagamaan dan nasional, mulai dari Natal, Tahun Baru, Imlek, hingga Lebaran. Pada periode tersebut, permintaan terhadap produk makanan dan minuman cenderung meningkat sehingga mendorong perusahaan meningkatkan produksi dan mempersiapkan kebutuhan pasar.

Selain itu, pada Oktober, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) tercatat mencapai 53,77. Kondisi ini menjadi salah satu sinyal positif bagi perkembangan sektor manufaktur, termasuk industri makanan dan minuman, yang didukung oleh peningkatan aktivitas produksi dan permintaan pasar.

Industri makanan dan minuman juga memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Sektor ini menyumbang sekitar 7,02 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap sekitar 41,5 juta tenaga kerja. Angka tersebut menunjukkan betapa strategisnya industri makanan dan minuman dalam menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Dari sisi investasi, industri makanan dan minuman juga menunjukkan perkembangan yang menarik. Tren investasi pada periode 2023 hingga 2025 secara umum terus meningkat, meskipun terdapat sedikit penurunan pada salah satu periode. Hal ini menunjukkan bahwa sektor makanan dan minuman masih menjadi salah satu bidang usaha yang menarik bagi investor.

Bahkan, pelaku usaha dari berbagai sektor mulai melirik dan masuk ke industri makanan dan minuman. Kondisi ini tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang akan selalu ada. Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya pendapatan per kapita, kebutuhan terhadap produk makanan dan minuman yang berkualitas, bergizi, serta memiliki beragam pilihan juga akan semakin besar.

Di sisi lain, Indonesia masih memiliki peluang untuk memperkuat posisi industri makanan dan minuman di pasar internasional. Sejumlah negara, seperti Korea Selatan, menjadi mitra perdagangan penting. Namun, Indonesia juga masih melakukan impor bahan baku maupun produk tertentu dari beberapa negara, antara lain Thailand, China, dan Malaysia.

Karena itu, penguatan industri dalam negeri perlu terus dilakukan, terutama dalam menjamin ketersediaan bahan baku. Persoalan bahan baku, termasuk ketersediaan dan keberlanjutan pasokan, masih menjadi tantangan yang harus dibahas bersama antara pelaku industri, asosiasi, dan pemerintah.

Menutup pembicaraan dalam seminar tersebut, keduanya optimistis bahwa industri makanan dan minuman Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Dengan dukungan kebijakan pemerintah, penguatan rantai pasok, serta kerja sama seluruh pemangku kepentingan, sektor ini diharapkan semakin berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.