Krista InterFood 2026 Jadi Lompatan bagi Industri IKM, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara

Krista InterFood 2026 Jadi Lompatan bagi Industri IKM, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara
Krista InterFood 2026 Jadi Lompatan bagi Industri IKM, Hadirkan 1.100 Peserta dari 16 Negara
banner 468x60
JAKARTA, Radarjakarta.id – Pameran internasional industri makanan dan minuman, KRISTA InterFood 2026, siap digelar pada 4–7 November 2026 dengan menghadirkan 1.100 peserta dari 16 negara. Ajang ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM), memperluas jaringan perdagangan, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, mengatakan pameran industri memiliki peran penting dalam mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pemangku kepentingan. Pertemuan tersebut dinilai dapat membuka peluang kolaborasi dan mendorong perkembangan industri nasional.

“Tanpa pameran dan keterlibatan para pemangku kepentingan industri, akan sulit terjadi lompatan. Melalui InterFood, industri kita bisa berkembang, salah satunya industri makanan dan minuman,” ujarnya dalam konferensi pers KRISTA InterFood 2026 di Kementerian Perindustrian, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Reni mengapresiasi penyelenggaraan KRISTA InterFood yang memasuki edisi ke-27. Menurutnya, pameran yang digelar Krista Exhibitions tersebut memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri makanan dan minuman di Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, KRISTA InterFood menghadirkan sejumlah perubahan, termasuk perpindahan lokasi pameran yang sebelumnya digelar di Kemayoran, Jakarta, menjadi di kawasan PIK 2, Tangerang, Banten.

Selain perubahan lokasi, Kementerian Perindustrian juga akan menggelar temu wicara yang berfokus pada penguatan industri IKM. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi untuk membahas tantangan, peluang, dan strategi pengembangan pelaku industri kecil dan menengah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menilai Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan berpotensi menjadi kekuatan utama dalam pengembangan industri makanan dan minuman. Potensi tersebut perlu dioptimalkan, termasuk melalui peningkatan pemanfaatan peralatan dan teknologi produksi.

Menurut Putu, KRISTA InterFood memiliki arti strategis karena tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga mempertemukan produsen nasional dengan pelaku usaha dari luar negeri.

“InterFood memperluas jaringan perdagangan serta pengetahuan dan inovasi melalui konferensi, seminar, dan berbagai kegiatan. Kami juga memberikan dukungan kepada pelaku industri,” katanya.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menjelaskan KRISTA InterFood 2026 dirancang sebagai platform strategis untuk mendorong pertumbuhan bisnis, memperluas jaringan perdagangan, serta memperkuat daya saing industri makanan dan minuman Indonesia di pasar internasional.

Pameran ini tidak hanya menghadirkan produk dan teknologi terbaru, tetapi juga membuka peluang kolaborasi melalui pertemuan produsen, distributor, importir, eksportir, investor, dan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.

“KRISTA InterFood 2026 kami hadirkan sebagai platform strategis untuk mempertemukan inovasi dan peluang bisnis di industri makanan dan minuman. Melalui partisipasi pelaku industri nasional dan internasional serta lebih dari 40 program, kami mendorong terciptanya kemitraan strategis, perluasan akses pasar, dan peluang investasi berkelanjutan,” ujar Daud.

Ia optimistis penyelenggaraan tahun ini dapat mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.

KRISTA InterFood 2026 akan menempati 11 hall dengan total luas area pameran mencapai 60.000 meter persegi. Sebanyak 1.100 peserta, termasuk 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dijadwalkan berpartisipasi dari 16 negara, yakni Amerika Serikat, China, Prancis, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Inggris, Vietnam, Malaysia, dan Korea Selatan.

Partisipasi internasional turut diperkuat melalui paviliun Amerika Serikat, China, dan Thailand yang menghadirkan total 70 peserta. Penyelenggara menargetkan 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara.

Dengan skala tersebut, KRISTA InterFood diharapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menjajaki peluang bisnis, membangun kemitraan, memperluas jaringan distribusi, serta membuka akses ke pasar nasional dan internasional.

KRISTA InterFood 2026 juga diselenggarakan bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan ALL Indonesia Cooltech Expo. Ketiga pameran tersebut dirancang untuk saling melengkapi kebutuhan industri makanan dan minuman, mulai dari penyediaan bahan baku hingga penyimpanan dan distribusi produk.

Seafood Show Asia Expo berfokus pada peluang bisnis di sektor hasil laut dan produk perikanan. Sementara itu, ALL Indonesia Cooltech Expo menghadirkan teknologi pendinginan dan solusi rantai dingin atau cold chain untuk menjaga kualitas serta kesegaran produk.

Kolaborasi ketiga pameran tersebut diharapkan memudahkan pelaku industri menemukan teknologi, menjajaki kemitraan, dan mengembangkan peluang bisnis di sepanjang rantai pasok.

Selain pameran produk dan teknologi, KRISTA InterFood 2026 akan menghadirkan lebih dari 40 program, termasuk kompetisi kuliner, seminar, talkshow, dan business matching.

Di sektor kuliner, La Cuisine Cooking Competition 2026 akan digelar berkolaborasi dengan Association of Culinary Professionals Indonesia (ACP Indonesia). Kompetisi ini dirancang untuk menjadi wadah bagi para chef dalam menunjukkan keterampilan, kreativitas, dan teknik memasak sesuai standar industri.

Ajang tersebut juga didukung Global Chef Championship 2026 yang menghadirkan lebih dari 30 kategori kompetisi, mencakup masakan tradisional dan internasional. Kedua kompetisi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja di sektor hotel, restoran, katering, dan jasa boga.

Di sektor kopi, KRISTA InterFood 2026 menghadirkan ICAB Competition 2026 dan KIROC melalui kolaborasi dengan Dewan Kopi Indonesia. Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi para profesional untuk menunjukkan kemampuan dalam mengolah kopi sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan pengembangan industri kopi nasional.

Sementara itu, Gelato World Tour 2026 yang berkolaborasi dengan APCA akan memberikan kesempatan kepada para perajin gelato untuk mengeksplorasi kreativitas, mengembangkan resep inovatif, dan memanfaatkan bahan baku lokal Indonesia dalam menciptakan cita rasa yang unik.

Melalui berbagai program tersebut, KRISTA InterFood 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang transaksi bisnis, tetapi juga sarana pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas produk, dan penguatan ekosistem industri makanan dan minuman Indonesia.

Konferensi pers KRISTA InterFood 2026 turut dihadiri sejumlah perwakilan asosiasi dan pelaku industri, di antaranya Sekretaris Jenderal Gapmmi Stefanus Indrayana, Presiden ACP Chef Rafael Triloko Basanto, Presiden IPBS Chef Lois Tanuhadi, Ketua Umum Ikaboga Retno Multriarti, Ketua Umum Asensi Susanty Widjaya, Ketua Umum PHRI Hariyadi B.S. Sukamdani, Ketua Umum Aprindo Solihin, Ketua Umum AP5 Saut P. Hutagalung, Ketua Umum ARPI Hasanuddin Yasni, serta Ketua Apkrindo Ferry Setiawan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.