NGAWI, RadarJakarta.id – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terus mewarnai pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim Ngawi. Memasuki hari ke-11, Jumat (23/10/2026), progres pemasangan gansting dalam pembangunan jalan dilaporkan telah mencapai 80 persen.
Meski harus bekerja di tengah cuaca panas terik pada siang hari, personel Satgas TMMD bersama warga tetap berupaya menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Untuk mengoptimalkan pengerjaan, kegiatan pembangunan bahkan dilanjutkan hingga malam hari dengan mengutamakan kerja sama dan keselamatan di lapangan.
Komandan Tim (Dantim) TMMD, Serka Marno, mengatakan bahwa personel Satgas bersama masyarakat terus mempercepat pengerjaan pembangunan jalan agar seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami bersama anggota terus menggenjot pembangunan jalan hingga lembur sampai malam. Karena pada siang hari cuaca sangat panas, sehingga pengerjaan kurang maksimal. Oleh karena itu, kami bersama masyarakat melanjutkan pekerjaan pada malam hari,” ujar Serka Marno.
Menurutnya, keterlibatan warga dalam proses pembangunan menjadi salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kebersamaan tersebut juga menjadi modal penting untuk mengatasi berbagai tantangan selama pengerjaan, termasuk kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Capaian pemasangan gansting sebesar 80 persen menjadi salah satu perkembangan penting dalam pembangunan infrastruktur melalui TMMD ke-130 Kodim Ngawi. Satgas TMMD dan masyarakat masih melanjutkan pekerjaan untuk menuntaskan sisa tahapan pembangunan.
Selain mendukung percepatan pembangunan jalan, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Infrastruktur jalan yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas warga serta menunjang kelancaran aktivitas sehari-hari.
Melalui semangat gotong royong, kerja keras, dan kebersamaan, pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim Ngawi menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat diwujudkan melalui kerja nyata. Meski demikian, penyelesaian pembangunan tetap perlu memperhatikan kualitas pekerjaan dan keselamatan seluruh personel maupun warga yang terlibat.***











