NGAWI, RadarJakarta.id — Warga Desa Jatipuro dan sekitarnya antusias mengikuti sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dalam rangka kegiatan nonfisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim Ngawi. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026).
Sosialisasi ini melibatkan Danramil Karangjati Kapten Wahidi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perlindungan perempuan dan anak, sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap potensi kekerasan dan perdagangan orang di lingkungan sekitar.
Dalam penyampaiannya, Kapten Wahidi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Menurutnya, kemudahan akses digital perlu diimbangi dengan pemahaman hukum serta kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan yang dapat menyasar perempuan dan anak.
“Di zaman digitalisasi seperti sekarang ini, kita harus selalu waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan, terutama perdagangan anak. Kita juga harus peka terhadap lingkungan sekitar, segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, serta meningkatkan kesadaran hukum,” ujar Kapten Wahidi.
Ia menegaskan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan TPPO membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Masyarakat, pemerintah desa, aparat kewilayahan, serta instansi terkait perlu membangun kerja sama agar indikasi tindak kejahatan dapat dikenali dan ditangani sejak dini.
Melalui sosialisasi tersebut, warga diharapkan mampu mengenali tanda-tanda kekerasan dan modus perdagangan orang, termasuk tawaran pekerjaan atau keuntungan tertentu yang berpotensi berujung pada eksploitasi. Masyarakat juga didorong untuk berani melaporkan dugaan tindak kejahatan kepada pihak berwenang dengan tetap memperhatikan keselamatan korban.
Kegiatan ini menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD ke-130 Kodim Ngawi. Program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan, kesadaran hukum, dan kesejahteraan masyarakat. Melalui edukasi berkelanjutan dan sinergi lintas sektor, Desa Jatipuro diharapkan semakin aman serta mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi perempuan dan anak.***











