JAKARTA, Radarjakarta.id — Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk membahas langkah strategis menghadapi ancaman iklim ekstrem serta menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pertemuan tersebut turut menyoroti kesiapan Indonesia menghadapi El Nino, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penguatan ketahanan pangan.
Dalam pembahasan tersebut, DEN menekankan pentingnya langkah antisipasi sejak dini terhadap perubahan pola cuaca. Potensi El Nino dan La Nina perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ketersediaan air, produktivitas pertanian, dan pasokan pangan. Pemerintah dinilai perlu menyiapkan kebijakan yang didukung data dan prakiraan cuaca agar dampak terhadap masyarakat dapat ditekan.
Selain risiko iklim, penanganan karhutla menjadi bagian penting dalam rekomendasi DEN. Wilayah rawan di Sumatera dan Kalimantan memerlukan pemantauan serta koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Upaya pencegahan juga perlu disertai perlindungan kesehatan bagi warga yang terdampak asap kebakaran.
DEN turut mendorong penguatan sistem ketahanan pangan melalui pengelolaan cadangan, kelancaran distribusi, dan pemantauan harga kebutuhan pokok. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan ketika produksi pertanian terganggu oleh cuaca ekstrem. Pelaksanaannya perlu dievaluasi berdasarkan kondisi pasokan dan daya beli masyarakat.
Di sektor industri, perkembangan hilirisasi juga menjadi perhatian dalam pembahasan ekonomi. Pengolahan bahan mentah di dalam negeri dinilai dapat meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas peluang ekspor. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja hilirisasi perlu mengacu pada data realisasi ekspor, bukan hanya target atau proyeksi tahunan.
Melalui pertemuan tersebut, DEN mendorong pemerintah menyelaraskan kebijakan ekonomi dengan strategi mitigasi risiko iklim. Koordinasi antarlembaga, kesiapan infrastruktur, dan ketepatan penggunaan data menjadi faktor penting agar rekomendasi dapat diterapkan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ke depan, efektivitas kebijakan tersebut akan terlihat dari kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan, mengurangi dampak karhutla, melindungi masyarakat dari risiko cuaca ekstrem, serta meningkatkan daya saing produk nasional. Dengan pendekatan yang terukur, antisipasi bencana dan penguatan ekonomi diharapkan dapat berjalan beriringan.***











