Olah Sampah Jadi Cuan, Warga Medan Dilatih Budidaya Maggot

banner 468x60

MEDAN, Radarjakarta.id – Sampah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai kini berpeluang menjadi sumber pendapatan. PT Gema Nirmala Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan menggelar Basic Training Pengenalan Budidaya Maggot pada Rabu, 14 Oktober 2026, di Kota Medan, Sumatera Utara.

Direktur PT Gema Nirmala Indonesia, Elmi Rosenta Sinaga, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan mengenalkan cara mengolah sampah organik menggunakan larva lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF). Metode ini diharapkan menjadi alternatif pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang usaha berbasis lingkungan bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut Elmi, budidaya maggot menghasilkan dua produk bernilai ekonomi, yakni larva maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak kaya protein serta kasgot atau sisa hasil budidaya yang berpotensi diolah menjadi pupuk organik. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 10 peserta terpilih dari masyarakat umum, penggiat lingkungan, mahasiswa Universitas Sumatera Utara, serta unsur pengelola sampah mendapat kesempatan mengikuti pelatihan langsung di lokasi budidaya PT Gema Nirmala Indonesia. Peserta diperkenalkan pada proses budidaya hingga pemanfaatan hasilnya.

Elmi menjelaskan, kebutuhan bahan baku bergantung pada jenis sampah organik yang digunakan. Untuk menghasilkan sekitar satu kilogram maggot berukuran besar, dibutuhkan kurang lebih 8–10 kilogram sampah organik, terutama jika bahan bakunya didominasi kulit sayur. Sementara itu, masa panen dapat berlangsung sekitar 14 hari setelah telur menetas, bergantung pada kondisi pemeliharaan.

“Harapan kami masyarakat semakin sadar terhadap persoalan sampah. Apa yang bisa kita lakukan mulai dari diri sendiri adalah memilah sampah dengan baik. Kalau sudah terpilah, penanganannya jauh lebih mudah,” ujar Elmi.

Meski berpotensi mengurangi sampah sekaligus menciptakan peluang ekonomi, ketersediaan sampah organik yang telah dipilah masih menjadi tantangan di Medan. Karena itu, kolaborasi PT Gema Nirmala Indonesia, DLH Kota Medan, dan masyarakat diharapkan memperkuat kebiasaan memilah sampah dari sumbernya agar budidaya maggot dapat berkembang secara berkelanjutan.|Surya Hidayat*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.