MAKASSAR, Radarjakarta.id — Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar masih terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Pemerintah Kota Makassar bersama Pertamina Patra Niaga menyiapkan skema empat klaster stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sebagai upaya mengurai antrean dan memperbaiki distribusi solar.
Skema empat klaster SPBU tersebut disiapkan melalui koordinasi Pemkot Makassar dan Pertamina Patra Niaga. Langkah ini diarahkan untuk menata pelayanan pengisian solar agar lebih terorganisasi serta mengurangi kepadatan kendaraan di sejumlah SPBU.
Persoalan antrean solar menjadi perhatian karena berpotensi menghambat mobilitas masyarakat dan aktivitas kendaraan yang bergantung pada bahan bakar tersebut. Karena itu, penanganan perlu dilakukan melalui koordinasi lintas pihak, termasuk pemerintah daerah, Pertamina, pengelola SPBU, dan unsur terkait lainnya.
Penerapan empat klaster diharapkan dapat membantu mengatur pola pelayanan dan persebaran kendaraan yang mengisi solar. Namun, efektivitas skema ini perlu didukung pengawasan pelaksanaan di lapangan, ketersediaan pasokan, serta informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai SPBU yang masuk dalam setiap klaster.
Pemkot Makassar dan Pertamina Patra Niaga perlu memastikan mekanisme pembagian klaster, jadwal penerapan, serta lokasi SPBU yang terlibat disampaikan secara terbuka. Evaluasi berkala juga diperlukan untuk mengetahui apakah kebijakan tersebut mampu mengurangi waktu tunggu dan mencegah antrean panjang berulang.
Hingga informasi mengenai jadwal pelaksanaan, daftar SPBU, serta pernyataan resmi pejabat terkait terkonfirmasi, skema empat klaster tersebut menjadi langkah penanganan yang perlu dipantau perkembangannya. Waktu dan tanggal pertemuan atau peninjauan, alamat lengkap lokasi kegiatan, serta nama dan jabatan pejabat yang menyepakati kebijakan perlu dilengkapi berdasarkan keterangan resmi.











