Rutan Cipinang Asesmen 220 Warga Binaan Pengguna NAPZA, Pembinaan Disiapkan Lebih Tepat Sasaran

Kepala Rutan Kelas I Cipinang I Gusti Lanang Agus Cahya Putra memantau pelaksanaan asesmen kelayakan dan penempatan rehabilitasi serta re-edukasi bagi 220 warga binaan pengguna NAPZA, Rabu (7/10/2026). (Foto: Ist)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Upaya pemulihan warga binaan pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) terus diperkuat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui asesmen kelayakan dan penempatan rehabilitasi serta re-edukasi sebagai bagian dari pembinaan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan masing-masing warga binaan.

Sebanyak 220 warga binaan mengikuti asesmen yang dilaksanakan pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemetaan untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, serta tingkat kelayakan warga binaan sebelum mendapatkan program rehabilitasi maupun re-edukasi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Asesmen dilakukan dengan melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Timur-Utara dan Bapas Selatan. Proses penilaian menggunakan instrumen asesmen yang telah ditetapkan sehingga kondisi setiap warga binaan dapat dipetakan secara lebih menyeluruh.

Pemetaan tersebut diperlukan agar penempatan warga binaan dalam program rehabilitasi tidak dilakukan secara seragam. Setiap hasil asesmen menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan bentuk pembinaan yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan individu.

Dengan pendekatan tersebut, Rutan Kelas I Cipinang berupaya memastikan program rehabilitasi dan re-edukasi dapat berjalan lebih tepat sasaran. Selain mendukung proses pemulihan, program juga diarahkan untuk membantu warga binaan membangun perubahan perilaku serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana.

Pelaksanaan asesmen tersebut turut dipantau langsung Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahya Putra, didampingi Kepala Subseksi Administrasi dan Perawatan (Kasubsi Adper), A. Muh. Fachri.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan asesmen berlangsung tertib dan sesuai prosedur. Pengawasan juga menjadi bagian dari upaya memastikan proses penilaian berjalan objektif sehingga hasil yang diperoleh benar-benar dapat menggambarkan kebutuhan warga binaan.

I Gusti Lanang: Asesmen Menentukan Arah Pembinaan

Kepala Rutan Kelas I Cipinang I Gusti Lanang Agus Cahya Putra menegaskan, asesmen memiliki peran penting dalam menentukan arah pembinaan, terutama bagi warga binaan yang membutuhkan rehabilitasi dan re-edukasi terkait NAPZA.

Menurutnya, proses asesmen diperlukan agar peserta program benar-benar sesuai dengan kriteria dan mendapatkan bentuk pembinaan berdasarkan kebutuhan masing-masing.

“Kami mendukung penuh proses asesmen ini agar warga binaan yang mengikuti program benar-benar sesuai dengan kriteria dan kebutuhannya,” ujar I Gusti Lanang.

Ia menjelaskan, rehabilitasi tidak semata-mata berorientasi pada proses pemulihan dari ketergantungan NAPZA. Pembinaan juga perlu diarahkan untuk memberikan bekal yang dapat membantu warga binaan meningkatkan kemampuan serta membangun kembali kemandirian.

“Harapannya, rehabilitasi dan re-edukasi tidak hanya mendukung proses pemulihan, tetapi juga memberikan bekal yang dapat membantu warga binaan membangun kemandirian,” tambahnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.