Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Hitam Yonif 614/Raja Pandita, Desa Belayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Selasa (15/9/2026).
Latihan UST menjadi salah satu sarana untuk mengukur keberhasilan pembinaan dan latihan satuan tingkat kompi, sekaligus menilai kesiapan tempur personel, khususnya dalam penguasaan teknik dan taktik bertempur guna mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan.
Dalam arahannya, Danbrigif menegaskan bahwa latihan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi momentum untuk membuktikan kesiapan prajurit menghadapi berbagai situasi di medan tugas.
“Latihan ini adalah cermin kesiapan kita. Bukan sekadar berbaris dan bergerak, tetapi membuktikan bahwa setiap prajurit, setiap elemen, mampu bekerja sama, bergerak sebagai satu kesatuan, dan siap menghadapi segala tantangan di lapangan,” tegasnya di hadapan peserta latihan.
Menurut Danbrigif, UST Terintegrasi dirancang dengan sejumlah skenario yang menuntut kemampuan taktik, ketepatan koordinasi, serta ketahanan fisik dan mental personel.
Konsep latihan yang terintegrasi juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kerja sama antarelemen, sehingga terbentuk kekuatan yang tangguh, responsif, dan andal dalam menghadapi berbagai situasi.
“Keberhasilan latihan ini adalah kunci kekuatan satuan kita. Semangat, disiplin, dan kebersamaan adalah senjata utama kita. Jadikan setiap detik latihan ini bekal berharga untuk mengabdi bagi negara,” pungkas Kolonel Inf Agussalim Tuo.











