KARO, Radarjakarta.id – Kasus dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian. Seorang siswi SMK di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah menyantap makanan yang diduga berkaitan dengan program MBG.
Informasi mengenai kondisi siswi tersebut beredar di media sosial dan mendapat perhatian publik. Siswi yang disebut sebagai pelajar berprestasi itu diduga mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu MBG, termasuk pusing yang disebut muncul usai menyantap makanan berbahan ikan tongkol.
Kondisi tersebut kemudian dikaitkan dengan dugaan keracunan makanan. Namun, penyebab pasti gangguan ingatan yang dialami siswi tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Karena itu, dugaan bahwa kondisi tersebut secara langsung disebabkan oleh makanan MBG belum dapat dipastikan.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan turut memberikan perhatian terhadap kasus tersebut. Pemeriksaan dan penelusuran dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa serta memastikan penyebab keluhan yang dialami setelah mengonsumsi makanan program MBG.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga menanggapi kabar mengenai kondisi siswa tersebut. Bobby menyebut dugaan gangguan kesehatan lainnya masih akan dikroscek untuk memastikan kondisi sebenarnya dan kaitannya dengan kasus yang terjadi.
Kasus ini menjadi perhatian karena program MBG menyasar pelajar sebagai penerima manfaat. Pemeriksaan terhadap makanan, kondisi kesehatan siswa, serta proses penyediaan dan distribusi menu diperlukan agar penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif.
Hingga penyebab medisnya dipastikan melalui pemeriksaan, informasi mengenai siswi mengalami gangguan ingatan akibat keracunan MBG sebaiknya ditempatkan sebagai dugaan. Penelusuran oleh pihak berwenang dan tenaga medis menjadi dasar penting untuk memastikan fakta sekaligus mencegah munculnya informasi yang belum terverifikasi.|Surya Hidayat*











