Kapal Induk AS Diserang Rudal Balistik Iran

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah kapal induk dan kapal perusak Angkatan Laut AS di kawasan sekitar Selat Hormuz. Iran menyebut serangan tersebut menyebabkan kapal perang Amerika mengalami kerusakan dan meninggalkan area pertempuran. Namun, klaim mengenai tingkat kerusakan kapal belum dapat diverifikasi secara independen.

Serangan itu disebut terjadi pada Sabtu, 5 September 2026, ketika situasi di perairan strategis kawasan Teluk kembali memanas. IRGC mengatakan rudal-rudal tersebut diarahkan kepada kapal perang AS yang dinilai melakukan tindakan terhadap pelayaran Iran. Media Iran kemudian menyiarkan rekaman yang diklaim memperlihatkan serangan rudal terhadap kapal perang Amerika.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Namun, versi Iran tersebut berbeda dengan keterangan Komando Pusat AS (CENTCOM). Militer Amerika menyatakan kapal induk dan kapal perusak berpemandu rudal berhasil menghindari sejumlah serangan rudal Iran. CENTCOM juga menyebut tidak ada personel Amerika yang terluka dalam insiden tersebut.

Washington kemudian merespons dengan menyerang tiga kapal tanker minyak Iran. CENTCOM menyatakan dua tanker, M/T Downy dan M/T Stark 1, dibuat tidak beroperasi secara permanen, sementara M/T Kylo atau Noxen dihancurkan di Teluk Oman setelah awaknya diperintahkan meninggalkan kapal.

Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengatakan tindakan tersebut merupakan respons terhadap serangan terhadap kapal perang Amerika. Ia memperingatkan bahwa Washington tidak akan ragu mengambil tindakan lebih jauh untuk mempertahankan pasukannya serta menekan jaringan ekonomi yang disebut mendukung IRGC.

Iran membantah narasi Amerika dan menyatakan serangan terhadap kapal tanker merupakan bagian dari eskalasi konflik di sekitar Selat Hormuz. IRGC juga mengklaim telah menargetkan sejumlah kapal yang dianggap terkait dengan kepentingan Amerika. Klaim kedua pihak tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari perang informasi dan sebagian belum dapat diverifikasi secara independen.

Eskalasi terbaru ini menunjukkan bahwa konflik AS-Iran semakin bergeser ke medan laut, khususnya di sekitar Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Serangkaian serangan balasan tersebut meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran internasional sekaligus memperbesar kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak global.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.