BANYUWANGI, Radarjakarta.id – Pengurus Cabang (Pengcab) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Banyuwangi resmi dilantik pada hari kamis 30/72026, Agenda pelantikan ini sekaligus dirangkai dengan kegiatan workshop bertajuk “Menakar Peran Media dan Regulator Dalam Sinergi Investasi”.
Sebagai salah satu konstituen Dewan Pers yang mewakili perusahaan-perusahaan media siber (online), JMSI Banyuwangi menjadi salah satu dari sedikit Pengcab di Jawa Timur yang telah resmi terbentuk.
Ketua Pengurus Cabang (Pengda) JMSI Banyuwangi Subahrodin Yusuf menyampaikan, bahwa fokus utama organisasi ini bukan sekadar menambah kuantitas anggota, melainkan mengedepankan kualitas serta keberlanjutan (sustainability) pengelolaan bisnis media.
”Saat ini di Banyuwangi ada 10 perusahaan pers yang bergabung dengan JMSI, di mana 9 di antaranya bernaung di bawah Pro Media Group dan 1 dari luar grup tersebut. Namun, JMSI sangat terbuka bagi seluruh perusahaan pers di Banyuwangi yang ingin bergabung, belajar bersama, dan tumbuh besar bersama,” ujarnya usai acara.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan arus informasi yang profesional serta pengembangan bisnis media yang mampu memberi kemaslahatan bagi perusahaan maupun masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan workshop yang membahas iklim investasi di Kabupaten Banyuwangi. Banyuwangi dinilai sebagai daerah yang menarik bagi banyak investor dan perusahaan berskala nasional, termasuk sektor industri pertambangan, baik skala nasional maupun lokal.
Media memiliki peran penting untuk mengawal iklim investasi tersebut secara independen dan profesional.
”Investor membutuhkan ketenangan dan kenyamanan, namun bukan berarti investor boleh melanggar aturan. Di sinilah peran media dan pers yang independen untuk mengawal proses investasi tersebut,” tegasnya.
Sebagai wadah perusahaan pers, JMSI mendorong anggotanya untuk mampu bersinergi secara profesional dengan berbagai sektor industri dan pelaku usaha di luar bidang pers demi kemajuan perekonomian daerah.(her)











