JAKARTA, Radarjakarta.id – HR-Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, melakukan Kickoff Gerakan Jaga Anak Jaksel Aman, Sehat, Berliterasi sekaligus mencanangkan kanal Teman Cerita di Sekolah, di SMAN 28 Jakarta, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Senin (27/7/2026).
Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan, bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan. Tempat setiap anak dihargai, didengar dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Hari ini kita memulai gerakan itu, ini bukan kegiatan seremonial, ini adalah gerakan nyata yang akan dilaksanakan secara rutin di SMP, SMA, dan SMK, baik negeri maupun swasta di Jakarta Selatan,” ujarnya.
Melalui gerakan tersebut, Walikota Syafrin mengajak seluruh siswa untuk membangun enam kebiasaan baik yakni, stop bully, tolak pelecehan, jaga kesehatan mental, gaya hidup sehat, say no to free sex dan bijak digital.
Menurutnya, enam pesan sederhana itu adalah bekal penting agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Mari kita bergandengan tangan mewujudkan Jakarta Selatan sebagai kota yang aman bagi anak, sehat bagi remaja dan kaya akan budaya literasi. Anak yang aman akan tumbuh percaya diri, anak yang sehat akan tumbuh berprestasi dan anak yang gemar berliterasi akan siap memimpin masa depan,” ucapnya.
Syafrin menambahkan, bahwa kanal Teman Cerita di sekolah, hadir untuk meminta bantuan, untuk bercerita dan pendampingan secara profesional dengan tetap menjaga kerahasiaannya.
“Saya meminta semua pihak untuk bersama-sama berkolaborasi menjalankan program-program ini secara berkelanjutnya dan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kadis PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menuturkan, gerakan ini merupakan inovasi yang sangat baik karena mengintegrasikan edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak, penguatan kesehatan mental, kesehatan reproduksi remaja, budaya literasi dan literasi digital dalam satu gerakan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di sekolah.
“Perlindungan anak tidak cukup dilakukan ketika sebuah kasus terjadi, yang jauh lebih penting adalah membangun sistem pencegahan yang kuat melalui keluarga, sekolah dan masyarakat. Karena itu, saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang telah menginisiasi gerakan ini,” tandasnya.










