Aldi’s Hotdog Resmi Buka Cabang di BSD City, Usung Konsep “Odadog” dan Siap Perluas Ekspansi Bisnis  

CEO Aldi's Hotdog M. Restya Naufal bersama artis sekaligus pemilik brand, Aldi Taher, saat meresmikan pembukaan cabang ketiga Aldi's Hotdog di BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (22/7/2026).
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Industri kuliner Tanah Air terus menunjukkan geliat positif dengan hadirnya berbagai inovasi yang memadukan cita rasa lokal dan konsep modern.

Salah satu yang tengah mencuri perhatian adalah Aldi’s Hotdog, bisnis kuliner milik artis Aldi Taher yang kini resmi membuka cabang ketiganya di kawasan BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (22/7/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kehadiran gerai baru ini menjadi langkah lanjutan setelah sukses membuka outlet di Pondok Pinang dan Blok M.

Peresmian gerai tersebut dihadiri langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Aldi’s Hotdog, M. Restya Naufal, bersama Aldi Taher selaku pemilik brand.

Keduanya optimistis ekspansi ini menjadi awal dari pengembangan bisnis kuliner lokal yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Naufal menjelaskan, Aldi’s Hotdog tidak menggunakan sistem waralaba (franchise), melainkan mengedepankan konsep kemitraan investasi.

Dalam skema tersebut, Aldi Taher dan investor membentuk badan usaha bersama sebagai payung hukum untuk mengelola berbagai lini bisnis yang dikembangkan.

“Kami tidak memakai sistem franchise. Jadi kami membangun perusahaan bersama investor dengan kepemilikan saham yang dibagi sesuai kesepakatan. Mas Aldi juga menjadi pemegang saham sehingga kami sama-sama berinvestasi dan mengembangkan bisnis ini,” jelas Naufal.

Di bawah naungan perusahaan tersebut, saat ini terdapat tiga unit usaha yang terus dikembangkan, yakni Aldi’s Hotdog, Aldi’s Kopi, dan Aldi’s Parfum.

Keunikan utama Aldi’s Hotdog terletak pada penggunaan odading sebagai pengganti roti hotdog konvensional.

Konsep ini melahirkan menu khas bernama “Odadog”, yakni hotdog dengan roti odading yang memiliki cita rasa manis sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas dalam satu sajian.

Selain itu, ukuran daging yang digunakan juga menjadi salah satu nilai jual utama. Untuk menu reguler seharga Rp32.000, pelanggan mendapatkan isian daging berukuran besar dengan bobot yang mencapai hampir 300 gram.

Menurut Naufal, penggunaan odading bukan sekadar inovasi produk, tetapi juga menjadi strategi memperkenalkan kuliner khas Indonesia kepada pasar yang lebih luas.

“Harapannya ketika nanti kami bisa berekspansi ke luar negeri, orang akan mengenal bahwa ini benar-benar produk asli Indonesia yang tidak ditemukan di tempat lain,” ujarnya.

Produksi Patty Sendiri dari Daging Segar
Untuk menjaga kualitas rasa, Aldi’s Hotdog memproduksi sendiri patty burger maupun sosis hotdog menggunakan daging segar yang diolah di fasilitas produksi milik perusahaan.

Naufal mengungkapkan komposisi daging dalam setiap patty mencapai sekitar 70 hingga 75 persen sehingga menghasilkan tekstur yang lebih padat dan cita rasa daging yang lebih kuat dibandingkan produk sejenis di pasaran.

Penjualan Online Terus Bertumbuh
Seiring meningkatnya tren pemesanan makanan secara daring, Aldi’s Hotdog juga mulai memperkuat penjualan melalui GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.

Meski baru berjalan sekitar satu bulan, kanal digital tersebut telah menyumbang sekitar 15 hingga 20 persen dari total penjualan perusahaan.

Untuk menjangkau konsumen dengan harga yang lebih terjangkau, perusahaan meluncurkan varian Odading Mini seharga Rp19.000 dengan berat sekitar 150 hingga 170 gram.

Produk tersebut diproyeksikan menjadi andalan di platform online agar mampu bersaing dengan berbagai merek kuliner yang telah lebih dahulu menguasai pasar digital.

Naufal menegaskan, strategi pengembangan bisnis dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan keuntungan usaha yang telah diperoleh, bukan mengandalkan suntikan modal besar dari luar.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat pertumbuhan perusahaan lebih sehat dan berkelanjutan. Bahkan, sejak pertama kali beroperasi, omzet Aldi’s Hotdog disebut telah meningkat hingga dua kali lipat.

Ke depan, perusahaan juga akan menghadirkan konsep baru bernama Aldi’s Express, yaitu gerai yang menggabungkan Aldi’s Hotdog dan Aldi’s Kopi dalam format layanan full takeaway.

Proyek percontohan akan dibuka di Living World Cibubur dan Summarecon Mall Bekasi.

Tak hanya itu, Aldi’s Kopi juga akan dikembangkan menjadi kafe berkonsep dine-in berskala lebih besar yang direncanakan hadir di kawasan Ciater.

Dalam kesempatan tersebut, Aldi Taher mengaku bersyukur atas perkembangan bisnis kulinernya yang dinilai berlangsung cukup cepat. Ia menyampaikan apresiasi kepada keluarga, tim, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung perjalanan usahanya.

“Alhamdulillah, sekarang Aldi’s Hotdog sudah memiliki cabang ketiga di BSD. Semoga membawa keberkahan, membuka lapangan pekerjaan, dan terus berkembang,” ujar Aldi Taher.

Ia juga menanggapi dengan santai berbagai komentar masyarakat mengenai cepatnya ekspansi bisnis yang dijalankannya, mulai dari Aldi’s Burger, Aldi’s Hotdog hingga berbagai produk kuliner lainnya.

“Mungkin banyak yang kaget, saya juga sebenarnya kaget karena perkembangannya cepat sekali. Semoga semuanya terus diberi kelancaran,” tuturnya.

Dengan mengusung inovasi kuliner berbasis makanan tradisional Indonesia dan strategi ekspansi yang terukur, Aldi’s Hotdog optimistis mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan identitas kuliner lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.