Viral! Pria Diduga LGBT Lolos Seleksi Prajurit, TNI AD Klarifikasi 

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Jagat media sosial dihebohkan oleh beredarnya video yang menarasikan seorang pria yang diduga terlibat LGBT berhasil lolos seleksi dan menjadi prajurit TNI. Narasi tersebut memicu perdebatan luas di kalangan warganet dan menjadi salah satu isu yang ramai diperbincangkan di berbagai platform digital.

Namun di tengah derasnya spekulasi yang berkembang, TNI Angkatan Darat (AD) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait video viral tersebut. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa institusinya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prajurit yang menjadi sorotan dalam video tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut Donny, pemeriksaan dilakukan secara komprehensif melalui keterangan saksi, pemeriksaan kesehatan jiwa dan fisik, pemeriksaan mental ideologi, hingga penelusuran jejak digital. Hasilnya, TNI AD tidak menemukan bukti adanya hubungan romantis maupun hubungan seksual sesama jenis yang melibatkan prajurit tersebut.

“Melalui pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, saksi, pemeriksaan kesehatan jiwa dan fisik, pemeriksaan mental ideologi serta penelusuran jejak digital,” ujar Donny dalam keterangannya, Senin (8/6/2026). Ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan juga tidak menemukan keterlibatan prajurit yang bersangkutan dalam perilaku LGBT sebagaimana yang dituduhkan dalam narasi yang beredar di media sosial.

Donny menjelaskan, konten yang viral bermula dari unggahan seorang warga sipil yang memiliki hubungan pertemanan dengan prajurit tersebut. Unggahan itu kemudian berkembang menjadi berbagai spekulasi dan persepsi publik yang tidak sesuai dengan fakta hasil pemeriksaan. “Keterangan saksi, hasil pemeriksaan kesehatan, serta penelusuran jejak digital secara konsisten tidak menemukan indikasi adanya perilaku menyimpang sebagaimana yang dituduhkan,” katanya.

Meski demikian, TNI AD menegaskan tetap berkomitmen menjaga disiplin dan kehormatan institusi. Setiap pelanggaran norma maupun disiplin prajurit dipastikan akan ditindak tegas. Namun dalam kasus yang sedang viral ini, TNI AD menyatakan tidak menemukan dasar yang cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran terkait LGBT ataupun perbuatan asusila. Pembinaan tetap akan diberikan kepada prajurit yang bersangkutan agar lebih bijak dalam pergaulan dan penggunaan media sosial.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi di era digital. Di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial, publik diharapkan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum ada fakta dan klarifikasi resmi dari pihak yang berwenang.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.