Trump Klaim Hancurkan Jembatan Raksasa Iran, Ancam Serangan Lebih Brutal

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Ketegangan global meledak ke titik paling berbahaya setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengklaim penghancuran jembatan tertinggi di Iran. Dalam pernyataan keras yang mengguncang dunia, Trump menyebut jembatan B1 di Karaj “telah runtuh dan tak akan pernah digunakan lagi,” sembari mengancam serangan lanjutan jika Teheran tak segera tunduk pada meja perundingan.

Serangan yang terjadi di wilayah Karaj, sekitar 35 kilometer dari Teheran, menghantam proyek infrastruktur bernilai ratusan juta dolar dengan ketinggian 136 meter. Rekaman yang beredar memperlihatkan asap tebal membumbung dari badan jembatan, sementara laporan otoritas lokal menyebut sedikitnya delapan orang tewas dan puluhan lainnya terluka, termasuk korban yang terkena serangan kedua saat proses evakuasi berlangsung.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pemerintah Iran mengecam keras aksi tersebut. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil tidak akan mematahkan perlawanan rakyat Iran. Pernyataan itu mempertegas bahwa konflik kini telah bergeser dari tekanan diplomatik menjadi konfrontasi militer terbuka yang semakin sulit dikendalikan.

Situasi kian memanas setelah media pemerintah Iran mengungkap daftar delapan jembatan strategis di kawasan Teluk dan Yordania yang masuk dalam radar balasan. Target tersebut mencakup jalur vital seperti Jembatan King Fahd hingga Sheikh Zayed, menandakan bahwa konflik ini berpotensi meluas ke banyak negara dan menyeret kawasan Timur Tengah ke pusaran perang besar.

Eskalasi ini berakar dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari yang menewaskan ribuan orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke berbagai target, termasuk instalasi militer dan wilayah sekutu AS, memperpanjang siklus kekerasan yang kini memasuki pekan kelima tanpa tanda mereda.

Dunia kini benar-benar berada di ujung tanduk. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres memperingatkan bahwa eskalasi ini bisa memicu perang global dengan dampak katastrofik. Lonjakan harga minyak dan ketidakstabilan geopolitik menjadi sinyal nyata bahwa konflik ini bukan lagi sekadar perang regional melainkan ancaman serius bagi masa depan dunia.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.