LAMPUNG, Radarjakarta.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Lampung menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen menuju masa depan daerah yang lebih maju dan berdaya saing.
Hal tersebut tercermin dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Lampung yang digelar dengan khidmat di Gedung DPRD Lampung, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang refleksi bersama bagi pemerintah daerah, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat dalam menata arah pembangunan Lampung ke depan.
Sidang paripurna tersebut dihadiri berbagai tokoh penting daerah, mulai dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Provinsi Lampung, kepala daerah kabupaten dan kota, hingga tokoh masyarakat serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Salah satu tamu kehormatan yang turut hadir adalah mantan Ketua DPRD Provinsi Lampung periode 1999–2004, Hj. Nurhasanah, SH., MH.
Kehadirannya mencerminkan kesinambungan peran para tokoh senior yang telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan pembangunan Lampung selama lebih dari enam dekade.
Usai mengikuti sidang paripurna, Nurhasanah yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya Provinsi Lampung menegaskan bahwa peringatan HUT provinsi seharusnya tidak dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, momentum ulang tahun daerah harus dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi atas berbagai capaian pembangunan sekaligus merumuskan langkah strategis untuk menghadapi tantangan di masa depan.
“Peringatan HUT ke-62 ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam membangun Lampung yang lebih maju, berdaya saing, dan berkeadilan,” ujar Nurhasanah kepada wartawan.
Ia menilai perjalanan panjang Provinsi Lampung selama lebih dari 60 tahun telah menghasilkan berbagai kemajuan di sejumlah sektor.
Sambungnya, meski demikian masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi bersama, seperti percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah.
Nurhasanah juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari sinergi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi dan semangat gotong royong menjadi kunci penting untuk memastikan pembangunan Lampung berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci. Pemerintah, DPRD, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga masyarakat umum harus terus menjaga semangat persatuan dan gotong royong agar pembangunan di Lampung dapat berjalan berkelanjutan dan dirasakan secara merata,” imbuhnya.
Sidang Paripurna Istimewa DPRD Lampung ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara para pemimpin daerah dan berbagai elemen masyarakat.
Selain memperingati hari jadi provinsi, forum tersebut turut menjadi ruang diskusi mengenai berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kemajuan Lampung.
Dengan mengusung semangat kebersamaan dan kolaborasi, peringatan HUT ke-62 Provinsi Lampung diharapkan mampu menjadi titik tolak dalam mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan daya saing, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di Bumi Ruwa Jurai.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan Lampung sangat bergantung pada komitmen bersama, kerja kolektif, serta visi pembangunan yang berorientasi pada kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat. |Guffe*











