Rudal Iran Hantam Pesawat E-3 Sentry Milik AS, Kerugian Fantastis Terungkap

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Serangan mengejutkan mengguncang panggung militer global. Iran dilaporkan meluncurkan serangan presisi ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi pada 27 Maret, menghancurkan salah satu aset paling vital militer Amerika Serikat pesawat peringatan dini Boeing E-3 Sentry yang selama ini dijuluki “mata di langit”.

Serangan ini bukan sekadar serangan biasa. Menggunakan kombinasi rudal balistik presisi dan drone bunuh diri, target yang berjarak sekitar 97 kilometer dari Riyadh itu dihantam dengan akurasi tinggi. Dampaknya brutal: sekitar 10 hingga 12 personel AS dilaporkan terluka, dua di antaranya kritis. Namun yang paling mengguncang adalah hancurnya pesawat AWACS bernilai sekitar Rp7,5 triliun—kerugian besar yang langsung memukul jantung sistem pengawasan udara AS.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Citra satelit dan dokumentasi di lokasi menunjukkan kehancuran total. Kubah radar ikonik di punggung pesawat lenyap, bagian belakang hangus terbakar. Analisis independen memastikan gambar tersebut autentik tanpa rekayasa. Artinya, ini bukan propaganda—melainkan pukulan nyata terhadap kekuatan udara Amerika.

Serangan presisi ini memicu spekulasi serius soal dukungan intelijen. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bahkan secara terbuka menyebut keterlibatan Rusia. Dalam wawancara dengan NBC, ia menegaskan dukungan Moskow terhadap Teheran mencapai “100 persen”, termasuk dugaan pemberian citra satelit lokasi target sebelum serangan.

Hilangnya satu unit E-3 Sentry bukan sekadar kehilangan alat tempur. Pesawat ini adalah pusat komando terbang dengan kemampuan pengawasan 360 derajat hingga lebih dari 400 kilometer. Ia mengatur lalu lintas udara tempur, mendeteksi ancaman, hingga mengoordinasikan operasi perang. Tanpa “mata langit” ini, kemampuan pengendalian udara koalisi AS-Israel berpotensi melemah drastis terutama di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Masalahnya, armada E-3 AS kini tersisa terbatas dan banyak yang sudah menua. Dari sekitar 16 unit aktif, hanya sebagian yang siap tempur, dengan beberapa dikerahkan ke Timur Tengah. Kehilangan satu unit saja sudah menciptakan celah besar yang tidak mudah ditutup dalam waktu singkat.

Memang, Amerika telah memesan pengganti modern, yakni Boeing E-7A Wedgetail dengan radar canggih yang mampu melacak ratusan target sekaligus. Namun produksi dan pengiriman pesawat ini masih memerlukan waktu, meninggalkan risiko kekosongan pertahanan di tengah konflik yang terus memanas.

Serangan ini mengirim pesan keras: Iran tidak hanya menyerang target fisik, tetapi juga menggoyang fondasi sistem komando udara Amerika. Di tengah ketegangan global, satu pukulan presisi kini membuka potensi eskalasi yang jauh lebih besar.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.