Operasi Ketupat 2026, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Kepolisian Republik Indonesia resmi menggelar Operasi Ketupat 2026 guna mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi kepolisian terpusat ini tidak hanya difokuskan pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri berlangsung aman dan tertib.

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat dipimpin langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (12/3). Melalui operasi tahunan tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan perjalanan masyarakat selama musim mudik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Agus Suryonugroho mengatakan, Operasi Ketupat telah mulai dijalankan dengan berbagai skenario pengamanan yang disiapkan sejak jauh hari.

“Operasi ini tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas. Polri juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri berjalan aman,” ujarnya.

Lima Klaster Pengamanan

Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat 2026 mencakup lima klaster utama pengamanan. Kelima sektor tersebut meliputi jalan tol, jalan arteri, kawasan penyeberangan pelabuhan, simpul transportasi seperti terminal, bandara, dan stasiun, serta tempat ibadah dan kawasan destinasi wisata.

Menurut Agus, seluruh strategi pengamanan telah dirancang bersama berbagai pemangku kepentingan agar pelaksanaan operasi tahun ini lebih efektif. Polri mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” sebagai semangat pelayanan kepada masyarakat.

Dukungan Kendaraan Operasional

Pada kesempatan yang sama, Kapolri juga menyerahkan bantuan kendaraan operasional kepada sejumlah Polda, termasuk wilayah yang sebelumnya terdampak bencana. Setiap Polda mendapatkan sekitar 50 kendaraan guna mendukung mobilitas petugas selama operasi berlangsung.

Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan kepolisian, khususnya di wilayah yang memiliki medan sulit dijangkau atau memiliki potensi lonjakan pemudik yang tinggi.

“Kehadiran anggota Polri harus mampu menjamin masyarakat berangkat mudik dengan aman, sampai tujuan dengan selamat, dan kembali ke tempat asal dengan bahagia,” kata Kapolri.

Pemantauan Lalu Lintas Berbasis Teknologi

Dalam pengamanan arus mudik tahun ini, Korlantas Polri memanfaatkan berbagai perangkat teknologi untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time. Sistem pemantauan dilakukan melalui drone, kamera pengawas, hingga body camera yang digunakan petugas di lapangan.

Teknologi tersebut memungkinkan pusat kendali lalu lintas memantau kepadatan kendaraan secara cepat sehingga keputusan rekayasa lalu lintas dapat diambil secara tepat.

Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Polri juga menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem satu arah (one way). Penerapan kebijakan tersebut akan dilakukan secara situasional berdasarkan parameter jumlah kendaraan yang terpantau melalui sistem traffic counting.

Jika volume kendaraan di jalan tol mencapai sekitar 5.500 kendaraan per jam, contraflow akan diberlakukan pada satu lajur. Apabila jumlah kendaraan meningkat hingga 6.500 kendaraan per jam, contraflow dapat diperluas hingga dua lajur.

Bila kepadatan terus meningkat, sistem one way tahap pertama akan diterapkan dari kilometer 70 hingga kilometer 236 menuju Jawa Tengah untuk mengurai antrean kendaraan.

Pengaturan di Jalur Wisata

Selain jalan tol, rekayasa lalu lintas juga disiapkan di jalur arteri dan kawasan wisata yang diperkirakan mengalami lonjakan kendaraan. Salah satunya di jalur Gadog menuju kawasan Puncak yang akan menerapkan sistem satu arah pada pagi hari saat akhir pekan.

Pengaturan serupa juga disiapkan di jalur Bogor–Sukabumi, wilayah Malang Raya, hingga simpul kemacetan di kawasan Mengkreng, Jawa Timur.

Polri berharap seluruh langkah antisipasi tersebut mampu menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

“Seluruh skenario telah disiapkan melalui survei lapangan dan tactical floor game. Kami berharap Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Agus.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.