JAKARTA, Radarjakarta.id – Nama Pinkan Mambo kembali menyulut perbincangan panas di jagat media sosial. Bukan lewat panggung megah atau rilisan lagu baru, mantan personel Duo Ratu itu justru viral setelah aksinya bernyanyi dan berjoget di pinggir jalan sambil melakukan siaran langsung TikTok.
Dalam video yang beredar luas, Pinkan terlihat penuh energi menyanyikan lagu Toxic di tepi jalan yang cukup ramai dilalui kendaraan. Berbekal speaker kecil, ia bernyanyi, bergoyang, dan menyapa penonton live tanpa terlihat canggung, meski motor dan mobil melintas hanya beberapa meter darinya.
Aksi tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok @syahrulloh.jordan dengan keterangan singkat, “Pinkan Mambo in action on the street”. Sejak saat itu, video tersebut langsung menyebar dan memicu gelombang komentar pro dan kontra.
Alih-alih menuai simpati semata, banyak warganet justru melontarkan kritik tajam. Sebagian menilai aktivitas Pinkan berpotensi mengganggu ketertiban lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kok bisa dibolehin sih? Itu jalan ramai,” tulis salah satu netizen.
Tak berhenti di situ, spekulasi soal kondisi ekonomi dan karier Pinkan pun ikut mencuat. Beberapa komentar menyindir bahwa aksi bernyanyi di jalanan dilakukan karena sepinya tawaran pekerjaan, bahkan dikaitkan dengan usaha donat yang sebelumnya sempat ramai dibicarakan.
Namun di tengah hujan kritik, Pinkan Mambo angkat bicara dan meluruskan asumsi publik. Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan pilihan sadar untuk mencari pemasukan, bukan karena terdesak keadaan.
“Ini bisnis baru aku,” ujar Pinkan Mambo saat menjadi bintang tamu acara Brownis di Trans TV.
Pinkan menjelaskan, siaran langsung sambil bernyanyi di jalanan dilakukan dengan harapan mendapatkan saweran dari penonton online. Uang tersebut kemudian dijadikan modal usaha lain, termasuk kembali mengembangkan bisnis donat.
“Dari seratus ribu bisa jadi usaha donat, baju, dan lainnya,” tuturnya.
Terkait tudingan mengganggu lalu lintas, Pinkan menegaskan bahwa lokasi yang ia pilih bukan jalan utama, melainkan area permukiman di sejumlah kawasan Tangerang. Ia juga mengklaim sudah mengantongi izin dan menyesuaikan waktu tampil agar tidak mengganggu warga.
“Aku nyarinya masuk kampung, bukan jalan besar. Kita diizinin,” katanya.
Bahkan dalam beberapa kesempatan, Pinkan dan sang suami, Arya Khan, disebut sempat mendapat pengawalan petugas keamanan demi menjaga situasi tetap kondusif.
Fenomena Pinkan Mambo ini pun memantik diskusi lebih luas di media sosial. Sebagian warganet menilai aksinya sebagai bentuk perjuangan dan adaptasi di era digital, sementara yang lain tetap menganggapnya tidak pantas dilakukan di ruang publik.
Terlepas dari pro dan kontra, satu hal tak terbantahkan: Pinkan Mambo kembali mencuri perhatian publik bukan karena sensasi kosong, melainkan lewat cara bertahan hidup yang tak lazim, berani, dan mengundang perdebatan.***











