UKW 2025 Resmi Ditutup: Pers–Polri Satukan Barisan Lawan Hoaks

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Panggung Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2025 resmi ditutup, namun gaungnya justru kian nyaring. Selama dua hari penuh, 15–16 Desember 2025, Polda Metro Jaya bersama Forum Wartawan Polri (FWP), PWI Pusat, dan PWI Jaya menguji ketangguhan 86 wartawan di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Bukan sekadar ujian, UKW kali ini diposisikan sebagai “filter keras” bagi kualitas pers di tengah banjir informasi dan maraknya hoaks.

Penutupan UKW 2025 menandai komitmen serius aparat kepolisian dan insan pers untuk berdiri di garis yang sama: menjaga akurasi, etika, dan kepercayaan publik. Di era informasi serba cepat, wartawan dituntut tak hanya cepat, tetapi juga tepat dan bertanggung jawab.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, pers profesional adalah mitra strategis Polri. Menurutnya, kekuatan media yang kompeten dan berintegritas menjadi benteng utama dalam menghadang hoaks, disinformasi, dan narasi menyesatkan yang berpotensi mengganggu stabilitas publik. “Kami terbuka terhadap kritik yang objektif dan konstruktif. Itu bagian dari kontrol sosial dalam demokrasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi Polri dan pers tidak boleh berhenti pada seremoni atau sertifikat kelulusan. Kompetensi yang diperoleh melalui UKW harus tercermin dalam karya jurnalistik yang berimbang, mencerahkan, dan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap media arus utama.

Apresiasi pun disampaikan kepada PWI Pusat, Dewan Pers, PWI Jaya, Forum Wartawan Polri, para penguji, hingga panitia yang dinilai sukses menggelar UKW 2025 secara profesional. Polda Metro Jaya berharap hasil UKW menjadi standar baru kualitas wartawan, bukan sekadar formalitas administratif.

Senada, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyebut UKW sebagai “penjaga marwah pers Indonesia”. Ia menilai uji kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan wartawan tetap berpegang pada integritas, profesionalisme, dan etika di tengah dinamika pemberitaan yang semakin kompleks dan kompetitif.

Munir berharap kolaborasi strategis antara insan pers dan Polri terus diperkuat. Tujuannya jelas: menciptakan ruang informasi yang sehat, mencegah polarisasi akibat hoaks, serta mendukung Jakarta yang aman, tertib, dan kondusif. UKW 2025 pun ditutup dengan pesan tegas pers kuat lahir dari wartawan yang kompeten dan berani bertanggung jawab atas setiap informasi yang disampaikan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.