Deolipa: Gugatan Cerai Bukan Sekadar Urusan Hukum

Praktisi hukum Deolipa Yumara
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Praktisi hukum Deolipa Yumara menegaskan bahwa gugatan cerai bukan hanya persoalan hukum semata, melainkan cerminan dari runtuhnya kepercayaan dan ikatan emosional dalam rumah tangga. Pernyataan itu disampaikannya saat menanggapi gugatan cerai yang diajukan Cinta terhadap Ridwan Kamil.

Menurut Deolipa, keputusan seorang perempuan menggugat cerai umumnya lahir dari proses batin yang panjang akibat kekecewaan mendalam. Gugatan tersebut, kata dia, menjadi bentuk hukum dari perasaan yang telah terluka.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kalau sudah sampai mengajukan gugatan cerai, itu biasanya karena cinta sudah hilang atau kepercayaan sudah tidak ada,” ujar Deolipa saat ditemui di lobi Bareskrim Polri, Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan, perkara perceraian kerap dipicu oleh banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari persoalan pribadi, tekanan psikologis, hingga dampak persoalan hukum yang menyeret kehidupan keluarga ke ruang publik.

“Ketika urusan pribadi bercampur dengan persoalan hukum dan opini publik, beban rumah tangga menjadi semakin berat. Pada titik itu, ikatan emosional bisa runtuh,” katanya.

Meski demikian, Deolipa berharap persoalan rumah tangga Ridwan Kamil dan Cinta tidak berujung pada perceraian. Ia menilai usia pernikahan yang matang serta kondisi anak-anak yang telah dewasa seharusnya menjadi pertimbangan untuk mencari jalan damai.

“Kita berharap jangan sampai cerai. Mereka sudah dewasa, anak-anak juga sudah besar. Harusnya masih ada ruang untuk berdamai,” ujarnya.

Deolipa menambahkan, gugatan cerai sering kali bukan semata-mata keinginan berpisah, melainkan upaya mencari keadilan dan kejelasan atas luka batin yang dirasakan.

“Gugatan itu bahasa hukum dari perasaan yang hancur. Ini bukan soal menang atau kalah,” ucapnya.

Terkait Ridwan Kamil, Deolipa menyarankan agar yang bersangkutan melakukan introspeksi diri dan memperkuat spiritualitas dalam menghadapi persoalan rumah tangga.

“Perbanyak doa dan ibadah. Biasanya ketika hidup seseorang ‘belok’, itu karena kurang kuat secara spiritual,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Deolipa mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan dan tetap menghormati persoalan tersebut sebagai urusan keluarga.

“Kita hanya bisa mendoakan agar semua pihak diberi ketabahan dan jalan terbaik,” pungkasnya.|Chairul

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.