JAKARTA, Radarjakarta.id – Perubahan zaman dan bergesernya orientasi politik pemilih muda, Partai Golkar menegaskan pentingnya peran Balitbang sebagai motor gagasan dan inovasi.
Profesor Henry Indraguna, Penasehat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar menyampaikan dukungannya terhadap visi Ketua Balitbang, Profesor Yuddy Chrisnandi, yang menekankan transformasi Balitbang menjadi penggerak ide dan strategi partai.
Menurut Prof Henry, Balitbang tidak boleh hanya berfungsi sebagai lembaga kajian internal, tetapi harus berkembang menjadi pusat riset dan inovasi politik yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
“Pernyataan Ketua Balitbang Prof Yuddy sangat tepat. Balitbang harus melahirkan riset yang menjawab isu-isu kontemporer, mulai dari transformasi digital, ekonomi hijau, ketahanan pangan berkelanjutan, hingga tata kelola politik berbasis teknologi. Inilah cara Golkar tetap relevan di tengah perubahan zaman,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/9/2025) malam.
Lebih lanjut, Prof Henry menegaskan bahwa generasi muda kini tidak lagi terpaku pada ideologi semata, melainkan lebih peduli pada isu-isu masa depan seperti lapangan pekerjaan, perubahan iklim, teknologi, dan kualitas hidup.
Oleh karena itu, Prof Henry mendorong Balitbang menghadirkan riset yang visioner, bukan sekadar laporan teknis.
“Kalau Golkar ingin menjadi partai pilihan generasi Z dan milenial, maka Balitbang harus berani memadukan nilai sejarah dengan gagasan modern. Politik hari ini menuntut narasi berbasis data, riset, dan inovasi,” jelasnya.
Prof Henry menyoroti pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi dengan menyiapkan peta jalan politik yang sesuai aspirasi generasi digital.
Menurutnya, jika Balitbang mampu melahirkan strategi tepat, maka Golkar akan berada di garda depan perubahan politik nasional.
Tak hanya itu, Prof Henry mendorong Balitbang memperkuat perannya sebagai jembatan komunikasi antara partai dan masyarakat.
“Riset yang dilakukan Balitbang harus diterjemahkan menjadi kebijakan nyata sekaligus narasi politik yang mudah dipahami publik. Dengan begitu, Golkar tidak hanya hadir di ruang kekuasaan, tetapi juga di ruang kesadaran masyarakat sehari-hari,” tegasnya.
Prof Henry menambahkan, Balitbang tidak boleh bekerja di “menara gading”. Hasil kajian harus membumi, menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat citra Golkar sebagai partai yang adaptif.
“Jika ini dijalankan konsisten, saya optimis Golkar bisa menjaga eksistensinya sebagai partai besar sekaligus memimpin arah perubahan bangsa,” pungkasnya.
Sebelumnya, dalam Rapat Kerja II Balitbang DPP Partai Golkar di Cirebon pada 20–21 September 2025, Prof Yuddy Chrisnandi menyoroti pergeseran karakter pemilih yang kini didominasi generasi milenial dan Gen Z.
Prof Yuddy menegaskan, mayoritas pemilih di Pemilu 2029 adalah generasi muda dengan pandangan politik dan aspirasi berbeda dibanding generasi yang saat ini memimpin Golkar.
“Karena itu, rapat kerja ini tidak hanya memberikan rekomendasi praktis, tapi juga menyusun pemikiran strategis agar Partai Golkar tetap relevan, bertahan, dan menang,” jelas Prof Yuddy.
Dengan demikian, Raker II Balitbang Golkar bukan sekadar ajang konsolidasi internal, tetapi juga momentum merumuskan strategi jangka panjang.
Partai Golkar ingin memastikan diri hadir sebagai partai yang siap menjawab tantangan zaman, menjaga warisan sejarah, sekaligus mengantarkan Indonesia menuju cita-cita besar 2045.|Guffe











