Keracunan Massal MBG Jabar, Gubernur Dedi Evaluasi Total

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Kasus keracunan massal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat membuat Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, bergerak cepat. Ia menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh pekan depan dengan melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Barat serta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Evaluasi ini dilakukan terbuka agar jelas letak kesalahan dan solusinya. Jangan sampai kasus serupa terulang,” ujar Dedi di Bandung, Kamis (25/9/2025).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Penyebab Keracunan MBG: Distribusi Terlalu Lama

Laporan Dinas Kesehatan menyebutkan, keracunan massal terjadi akibat jeda waktu yang terlalu panjang antara proses memasak dan konsumsi makanan.

Banyak dapur MBG memasak sejak malam hari, sementara makanan baru dikonsumsi siswa pada siang keesokan harinya, sekitar 10–12 jam setelah dimasak.

“Kalau masak jam 12 malam, tapi baru dimakan jam 12 siang, jelas risiko basi sangat tinggi. Ini harus dihentikan,” tegas Dedi.

Fokus Evaluasi Gubernur Jabar

Ada tiga poin utama yang akan dibahas dalam evaluasi:

  1. Audit Dapur MBG – memastikan standar higienitas, proses memasak, hingga kapasitas pengelolaan.
  2. Kualitas Bahan Makanan – hanya bahan berkualitas yang boleh digunakan.
  3. Jam Masak & Distribusi – dapur harus dekat sekolah agar makanan tetap segar, bukan melayani ribuan siswa sekaligus dengan jarak distribusi jauh.

“Tidak ada yang sanggup menyediakan ribuan porsi setiap hari dengan distribusi jauh tanpa risiko basi. Solusi terbaik adalah memperbanyak dapur dekat sekolah,” tambahnya.

Data Korban Keracunan MBG

  • Kadungora, Garut: 657 siswa alami gejala keracunan, 19 sempat dirawat namun sudah pulih.
  • Cipongkor, Bandung Barat: lebih dari 300 siswa keracunan setelah mengonsumsi jatah MBG.

Akibat kasus ini, BGN menghentikan sementara program MBG di Jawa Barat untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.

Program MBG Akan Dibenahi

Meski sempat menelan korban, Gubernur Jabar memastikan program makan gratis tetap berjalan karena penting untuk mendukung pemenuhan gizi siswa. Namun, sistem pelaksanaannya harus diperbaiki secara total.

“Program ini bagus, tapi jangan sampai niat baik justru membahayakan anak-anak. Karena itu, kita lakukan perombakan besar,” pungkas Dedi.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.