6.118 Personel TNI-Polri Amankan Aksi 5.000 Ojol di DPR dan Monas

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Sebanyak 6.118 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta dikerahkan untuk mengawal aksi unjuk rasa besar-besaran para pengemudi ojek daring (ojol) di kawasan Gedung DPR/MPR RI dan Monumen Nasional (Monas), Rabu (17/9/2025).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebutkan ribuan personel ditugaskan guna memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

“Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban. Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman,” kata Susatyo di Jakarta, Rabu.

Ia mengingatkan massa agar tidak membakar ban, merusak fasilitas umum, maupun menutup jalan. Aparat juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional dan mengimbau warga menghindari kawasan DPR selama aksi berlangsung.

“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas. Kami memohon pengertian bersama,” ujarnya.

Susatyo juga menegaskan aparat tidak dibekali senjata api. “Petugas akan mengawal aksi dengan humanis dan profesional,” katanya.

Aksi 179 Digelar Garda

Aksi bertajuk Aksi 179 ini digerakkan oleh Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), bertepatan dengan agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi V DPR RI bersama perusahaan aplikator transportasi online.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyebut sasaran unjuk rasa adalah Gedung DPR/MPR RI serta Kementerian Perhubungan. Target peserta mencapai 5.000 hingga 10.000 orang, terdiri dari pengemudi ojol, kurir, driver online, dan simpatisan masyarakat.

“Benar, massa yang hadir bisa mencapai 10 ribu orang,” ujar Yudha, salah satu penanggung jawab aksi.

Tujuh Tuntutan Pengemudi Ojol

Dalam aksinya, massa membawa tujuh tuntutan utama, di antaranya:

1. Meminta RUU Transportasi Online masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025–2026.

2. Regulasi tarif pengantaran barang dan makanan.

3. Penetapan potongan aplikator maksimal 10 persen.

4. Audit investigasi terkait potongan 5 persen yang sudah dipungut aplikator.

5. Kapolri diminta mengusut tuntas tragedi 28 Agustus 2025.

6. Perlindungan hukum bagi pengemudi ojol.

7. Kesejahteraan dan jaminan sosial yang layak bagi pengemudi daring.

Aksi dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB di depan gerbang utama DPR RI dan berlangsung hingga tuntutan mereka direspons.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.