JAKARTA, Radarjakarta.id – Bambang Soesatyo, Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, merayakan ulang tahunnya yang ke-63 dengan cara istimewa. Bukan pesta meriah, melainkan peluncuran tiga buku baru yang menambah deretan 37 karya intelektualnya.
Bamsoet, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa ulang tahun baginya bukan sekadar bertambah usia, melainkan pengingat akan tanggung jawab. “Warisan terbaik bukanlah jabatan atau kekuasaan, melainkan gagasan dan karya,” ujarnya dalam acara soft launching yang digelar sederhana di Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Tiga buku yang diluncurkan bertajuk Amendemen ke-5 Konstitusi: Menata Ulang Sistem Ketatanegaraan, Politik, Pers, dan Jejak Langkah Kebangsaan, serta Evaluasi Kritis Pemilihan Umum Langsung: Nomor Piro, Wani Piro. Ketiganya menjadi refleksi besar tentang arah bangsa, demokrasi, dan perjalanan pribadi Bamsoet.
Dalam buku Amendemen ke-5 Konstitusi, Bamsoet menekankan pentingnya konstitusi yang hidup, lentur, dan sesuai zaman. Ia mendorong pembentukan Mahkamah Etika Nasional, revisi Pasal 33 UUD agar relevan di era digital, serta hadirnya Pokok-Pokok Haluan Negara sebagai kompas pembangunan.
Buku kedua, Politik, Pers, dan Jejak Langkah Kebangsaan, merekam perjalanan seorang jurnalis yang kemudian masuk ke dunia politik hingga memimpin DPR dan MPR. Bamsoet mengingatkan generasi muda untuk memahami cara kerja demokrasi dari dalam, bukan hanya mengkritiknya dari luar.
Adapun buku ketiga, Evaluasi Kritis Pemilihan Umum Langsung, lahir dari tesis Magister Hukum di Universitas Jayabaya. Ia mengkritisi mahalnya biaya Pemilu, kerawanan politik uang, dan lemahnya kapabilitas calon terpilih. Bamsoet menawarkan revitalisasi Tap MPR sebagai solusi menjaga stabilitas politik.
Selain di dunia politik, Bamsoet juga aktif sebagai akademisi. Ia mengajar di Universitas Pertahanan, Universitas Borobudur, dan Universitas Jayabaya. Menurutnya, menulis adalah cara memperpanjang napas perjuangan intelektual agar gagasan bisa dibaca, dikritisi, dan diwariskan bagi generasi berikutnya.
Dengan 37 judul buku yang sudah lahir dari tangannya sejak 1995, Bamsoet menegaskan bahwa seorang politisi sejati tidak hanya meninggalkan warisan jabatan, tetapi juga warisan pemikiran yang abadi untuk bangsa.
—
Highlight 37 Karya Buku Bambang Soesatyo
Stop Leasing & Factoring (1995, 1996, 1997, 1998)
Menyelamatkan Lingkungan Hidup Indonesia (1999)
Ekonomi Pasar dan Demokrasi (2000)
Politik dan Hukum di Indonesia (2001)
Membongkar Gurita Cikeas (2010)
Menyibak Tabir Freeport (2011)
Indonesia di Persimpangan Jalan (2012)
Negara, Pasar, dan Rakyat (2013)
Peta Jalan Indonesia Baru (2014)
Oligarki Politik dan Masa Depan Demokrasi Indonesia (2015, edisi revisi 2017)
Revolusi Politik Kaum Muda (2016)
Kebijakan Politik dan Ekonomi Indonesia (2016)
Indonesia Menuju Negara Kesejahteraan (2017)
Kerja Politik di Senayan (2018)
Demokrasi Tanpa Oligarki (2018)
Tetralogi Kebangsaan (2019)
Menyatukan Indonesia dalam Kebinekaan (2019)
Politik, Kebangsaan, dan Jalan Tengah (2019)
Pancasila, Gotong Royong, dan Demokrasi Indonesia (2019)
Pandemi COVID-19 dan Masa Depan Bangsa (2020)
Refleksi Kebangsaan di Tengah Pandemi (2020)
Merajut Persatuan di Era Disrupsi (2020)
Indonesia Pasca Pandemi (2021)
Reformasi Politik dan Ketatanegaraan (2021)
Kebangsaan di Era Digital (2021)
Geopolitik Indonesia Abad 21 (2022)
Kebijakan Strategis Pertahanan dan Keamanan Nasional (2022)
Ekonomi Politik Indonesia di Era Globalisasi (2022)
Transformasi Politik Indonesia (2023)
Kebangsaan dan Tantangan Demokrasi Modern (2023)
Amendemen ke-5 Konstitusi (2025)
Politik, Pers, dan Jejak Langkah Kebangsaan (2025)
Evaluasi Kritis Pemilu Langsung (2025)
|Guffe*










