DELISERDANG, Radarjakarta.id – Duka mendalam menyelimuti dunia olahraga Sumut. Muhammad Dhijey Lesxsie (17), atlet karate berbakat asal Sumatera Utara, menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan maut bus ALS di ruas Jalan Exit Tol Padang-Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (7/9/2025) malam.
Sebelum maut menjemput, Dhijey ternyata menyimpan mimpi besar untuk memajukan karate di tanah kelahirannya. Ia bertekad membuka latihan privat karate bersama teman-temannya agar lebih banyak generasi muda yang bisa berprestasi.
Hal itu diungkapkan sahabatnya, Muhammad Zacky Al Hijjrih, saat ditemui di rumah duka, Komplek Permai, Jl Pancasila Kebun Sayur Pasar 7 Tembung, Deliserdang.
“Bulan Juli kemarin kami sempat sering komunikasi. Dia (Dhijey) yang punya ide mau buka privat karate. Katanya biar karate di Sumut makin maju. Dia ngajak aku sama teman-teman lain,” ucap Zacky dengan mata berkaca-kaca.
Namun, rencana itu kandas. Dhijey harus pergi begitu cepat sebelum cita-citanya terwujud.
“Jujur aku kaget kali dapat kabar dia kecelakaan. Masih muda, masih punya banyak mimpi. Baik kali dia orangnya, selalu solid sama kawan-kawan,” kenang Zacky.
Zacky juga menyimpan momen berkesan ketika dirinya berhadapan langsung dengan Dhijey di final Kejurkab Deli Serdang 2022. “Itu lah yang paling aku ingat, jumpa di final lawan dia. Rasanya luar biasa,” katanya.
Diketahui, bus yang ditumpangi rombongan atlet Perguruan Shindoka Sumut baru saja pulang dari Kejuaraan Road to National & Internasional Shukaido Karate Open Series 1 di Padang. Nahas, bus mengalami kecelakaan hingga menewaskan dua atlet karate Sumut, yakni Muhammad Dhijey Lesxsie dan Fahri Akbar Assweth, serta belasan lainnya luka-luka.
Prestasi lain yang sudah ditorehkan Muhammad Dhijey Lexsie, antara lain memperkuat Pelatnas Karate di Turnamen Karate Internasional 4th Edition of International Karate Open of Province de Liege Tahun 2019 di Hersal, Belgia, ketika masih berusia 12 tahun.
Pada turnamen itu, Muhammad Dhijey Lexsie meraih dua medali. Kemudian, meraih emas di kumite dan perak di kategori kata.
Muhammad Dhijey Lexsie juga pernah mengikuti Kejuaraan 11th Southeast Asian Karate Federation Championship (SEAKF) Bangkok-Thailand pada 2024. Dia meraih dua gelar juara.
Tragedi ini bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tapi juga bagi dunia olahraga Sumatera Utara










