Uya Kuya Kehilangan Segalanya, Tapi Pilih Maafkan Sang Pelaku

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Rumah mewah milik presenter sekaligus anggota DPR RI nonaktif, Surya Utama alias Uya Kuya, di kawasan Jakarta Timur hancur lebur usai dijarah massa. Aksi brutal itu terjadi pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Minggu (31/8/2025) dini hari, buntut dari kemarahan publik atas video joget-joget anggota DPR dalam Sidang Tahunan MPR pada 15 Agustus lalu.

Tak hanya perabotan rumah yang ludes, tembok rumah Uya penuh coretan protes, sementara kucing kesayangannya juga raib entah ke mana. Hingga kini, tak satu pun barang berharga yang kembali, meski polisi berhasil menemukan setumpuk dokumen penting milik Uya, termasuk akta jual beli dan foto pribadi Astrid Khairunisha, istrinya.

“Sampai sekarang barang-barang belum ada yang kembali. Belum ada sama sekali,” kata Uya dalam keterangan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu (3/9/2025).

Datangi Polres, Ajukan Restorative Justice untuk Pelaku

Didampingi sang istri Astrid, Uya Kuya mendatangi Mapolres Metro Jakarta Timur bukan untuk meluapkan amarah, melainkan mengajukan keadilan restoratif (restorative justice) terhadap salah satu terduga pelaku penjarahan yang ternyata seorang ibu tua.

Wanita tersebut ditangkap polisi usai kedapatan membawa pendingin ruangan (AC) dari rumah Uya. Dari informasi kepolisian, ibu itu bekerja sebagai tukang parkir, memiliki suami dengan pekerjaan sama, dan seorang cucu yang menyandang disabilitas.

“Saya sudah ikhlas. Ibu ini saya ajukan keadilan restoratif. Tidak usah sampai ke pengadilan, biarlah diselesaikan di sini saja,” tutur Uya.

Menurut keterangan, ibu tersebut mengaku tidak tahu-menahu soal penjarahan. Ia hanya menemukan AC tergeletak di rumah Uya lalu membawanya.

Rumah Belum Dikunjungi, Tetangga Sempat Cegah Massa

Ironisnya, Uya mengaku hingga kini belum berani mengecek langsung kondisi rumahnya. Padahal sebelum tragedi penjarahan, sejumlah tetangga sempat berusaha mengamankan kediamannya dari amukan massa.

Dengan suara berat, Uya hanya berharap barang-barangnya bisa kembali, meski kenyataannya nihil. Namun, langkah memaafkan salah satu pelaku dianggap publik sebagai sikap besar hati di tengah keterpurukan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.