KOTA DEPOK , Radarjakarta.id — Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, meneguhkan komitmennya dalam upaya percepatan penurunan stunting. Camat Bojongsari, Rijal Farhan, memimpin penandatanganan komitmen bersama lurah, jajaran aparatur, dan para pemangku kepentingan, Senin (25/8).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari rembuk stunting tingkat Kota Depok, di mana Bojongsari tercatat sebagai kecamatan dengan angka stunting tertinggi kedua.
“Kami yakin dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, Bojongsari bisa menurunkan stunting hingga 50 persen pada tahun pertama, dan terus bergerak menuju target zero stunting,” ujar Rijal.
Ia menegaskan seluruh lurah telah menerima data by name by address untuk memudahkan intervensi dan penanganan kasus. Rijal juga menantang seluruh aparatur kelurahan dan kecamatan untuk fokus, bekerja cerdas, serta melibatkan semua unsur masyarakat.
Menurutnya, Kelurahan Serua menjadi wilayah dengan kasus stunting tertinggi di Bojongsari. Karena itu, ia berharap para lurah dapat menjadi garda terdepan menjalankan program Wali Kota Depok, termasuk melalui posyandu enam standar pelayanan minimal (SPM) yang telah diluncurkan.
“Kerja ikhlas, kerja cerdas, dan kerja tuntas adalah kunci. Saya harap semua pihak bisa bergerak bersama demi terwujudnya Bojongsari zero stunting,” tegas Rijal.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, sebelumnya menuturkan bahwa target penurunan stunting di Depok terus digenjot. Dari capaian 2021–2024, pemerintah menargetkan angka stunting pada 2029 turun hingga 7 persen, lalu menjadi 3,3 persen pada 2045.
“Namun target internal kami adalah Zero New Stunting pada 2029. Seluruh program dilaksanakan secara kolaboratif, melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat,” kata Chandra.
Dengan kolaborasi tersebut, Pemkot Depok optimistis target pencegahan dan penurunan stunting dapat tercapai.|Aji*
Bojongsari Teguhkan Komitmen Menuju Zero New Stunting










