DEPOK, Radarjakarta.id – Presiden Prabowo Subianto menyambangi kediaman mantan Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin, di Depok, Jawa Barat, Ahad, 24 Agustus 2025. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Foto pertemuan keduanya yang diunggah melalui akun resmi Instagram @presidenrepublikindonesia menjadi sorotan publik. Dalam unggahan tersebut tampak Presiden Prabowo mencium tangan Ma’ruf Amin sebagai tanda penghormatan kepada ulama sepuh itu. Gestur itu menuai pujian netizen karena dinilai merefleksikan penghormatan mendalam kepada tokoh bangsa.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut kunjungan itu merupakan bagian dari silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan. “Pertemuan ini juga menjadi ruang bagi kedua tokoh untuk berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai arah pembangunan bangsa ke depan,” ujar Teddy.
Prabowo hadir bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Keduanya tampak ikut bersalaman dan mencium tangan Ma’ruf Amin dalam nuansa penuh hormat. Menurut Teddy, kunjungan ini menegaskan semangat persatuan yang menjadi fondasi perjalanan Indonesia.
Namun, silaturahmi hangat itu juga membawa catatan penting. Sebelumnya, Ma’ruf Amin sempat mengingatkan janji Prabowo untuk membentuk Badan Ekonomi Syariah yang akan mengintegrasikan seluruh ekosistem keuangan syariah nasional. “Pak Prabowo bilang kepada saya, ‘Saya masih utang kepada Pak Kiai tentang badan ekonomi syariah’,” kata Ma’ruf dalam Sarasehan Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, 13 Agustus lalu.
Dalam forum tersebut, Ma’ruf juga mengusulkan agar DPR segera menginisiasi Undang-Undang Ekonomi Syariah. Ketua Komisi XI DPR, Misbakhun, bahkan menyatakan dukungan penuh atas gagasan itu. Menurut Ma’ruf, regulasi khusus tersebut akan mengatur sistem keuangan syariah secara menyeluruh, yang saat ini masih terpisah-pisah di berbagai lembaga perbankan, asuransi, maupun investasi.
Kunjungan Prabowo ke kediaman Ma’ruf Amin tak hanya menjadi simbol silaturahmi, tetapi juga mengingatkan publik pada agenda besar penguatan ekonomi syariah yang masih ditunggu realisasinya.











