LAMPUNG, Radarjakarta.id – Sebuah video viral memperlihatkan suasana mencekam di lapangan sekolah dasar di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Dalam rekaman itu, seorang guru perempuan berseragam ASN mendadak masuk ke tengah upacara bendera, berteriak dengan nada tinggi, bahkan mengancam akan mencekik murid yang tengah berbaris.
Insiden tersebut terjadi pada 29 Juli 2025 di SDN 9 Kedondong, Pesawaran. Awalnya upacara berlangsung tertib, hingga guru berinisial Harmini, yang diketahui mengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), tiba-tiba meluapkan kemarahan.
“Kalau enggak saya cekekin nih anak-anak. Ini instruksi, setiap Senin tidak ada guru yang boleh absen. Lapor kamu sama bupati,” teriaknya lantang di hadapan siswa dan rekan sejawat.
Suasana pun seketika ricuh. Sejumlah murid menangis ketakutan lalu berlari masuk kelas. Seorang guru yang berusaha menenangkan justru dimarahi balik.
Polisi dan Inspektorat Turun Tangan
Kapolres Pesawaran AKBP Heri Sulistyo Nugroho membenarkan insiden itu. Ia memastikan kasus sudah ditangani pihak berwenang.
“Video itu memang terjadi di wilayah hukum kami. Anggota Polsek Kedondong sudah turun langsung ke lokasi,” ujar Heri, Minggu (24/8/2025).
Menurutnya, proses penindakan lebih lanjut kini berada di bawah kewenangan Inspektorat Pesawaran.
Bukan Insiden Pertama
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran, Anca Martha Utama, menyebut Harmini telah memiliki catatan pelanggaran sebelumnya. Pada Februari 2025, ia pernah dipanggil karena kedapatan merokok saat mengajar di kelas.
“Waktu itu sudah diperiksa dan ada perbaikan sikap. Rekan-rekan guru bahkan bersaksi bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan berupa depresi. Karena ada perubahan, ia masih diizinkan mengajar dengan pengawasan,” ungkap Anca.
Namun, insiden terulang di SDN 9 Kedondong. Akibatnya, sejak 1 Agustus 2025, Harmini resmi dinonaktifkan sementara.
“Seluruh guru yang pernah mengajar bersama dia mengaku bahwa yang bersangkutan temperamental. Tetapi pembuktian medis tetap menunggu hasil pemeriksaan rumah sakit jiwa,” tambahnya.
Anca juga mengatakan Inspektorat sempat kesulitan karena Harmini kerap menghindar dari pemeriksaan.
“Inspektorat sudah datang ke sekolah, tapi ia sering berkelit. Karena itu kami menunggu hasil tes kejiwaan untuk memutuskan langkah permanen,” ujarnya.
Reaksi Publik
Viralnya video ini memicu keresahan warganet. Banyak pihak mendesak agar penanganan kasus dilakukan serius demi melindungi siswa dari potensi kekerasan di lingkungan sekolah.***
Viral! Guru SD di Lampung Mengamuk Saat Upacara, Ancam Cekik Murid










