Viral! Tiga Emak-emak Surabaya Patok Sumbangan Rp 1 Juta

banner 468x60

Viral 3 emak-emak palak toko alasan untuk agustusan. (ss video-viral)


SURABAYA, Radarjakarta.id – Tiga perempuan paruh baya melangkah masuk ke sebuah toko pakaian di Jalan Gemblongan, Surabaya, Kamis sore (7/8). Bukan untuk berbelanja, melainkan meminta sumbangan Agustusan dengan angka yang sudah mereka tetapkan Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Rekaman CCTV yang menangkap aksi itu kini viral, memicu perbincangan warganet, dan menyeret mereka ke meja hukum atas dugaan pungutan liar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Peristiwa itu terjadi di Pods Authentic, milik Kevin Wiliam (22). Kevin mengaku awalnya hendak memberikan Rp 5–10 ribu sesuai kemampuannya, namun tawaran itu ditolak. Salah satu perempuan terdengar berkata, “Ko permisi, sumbangan 17-an. Nggenah, Ko Rp 5 ribu, di kampung saja Rp 50 ribu. Bukan maksa.”

Kevin menegaskan tidak ada proposal resmi yang dibawa. “Sumbangan seharusnya sukarela. Tahun lalu saya beri Rp 25 ribu, malah dimarahi. Saya sudah siap Rp 10 ribu, tapi kalau minta ratusan ribu, itu namanya pungli,” ujarnya, Senin (11/8).

Kasus ini mendapat perhatian Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang memediasi pertemuan kedua pihak. Dua dari tiga pelaku sepakat berdamai, namun satu orang disebut tetap bersikap keras dan meminta Kevin membuat video klarifikasi—permintaan yang ia tolak.

Ketegangan memuncak saat Kevin hendak meninggalkan lokasi. Kaca mobilnya digedor, disertai teriakan bernada rasis, “Cino medit”. Kejadian itu disaksikan karyawan toko sebelah. Kevin kemudian melaporkan kasus ini ke polisi sekitar satu jam setelah kejadian, dengan dugaan pungutan liar.

“Ini bukan soal nominal, tapi soal cara. Kalau terus dibiarkan, masyarakat akan terbiasa dengan praktik seperti ini,” kata Kevin.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.