Empat Prajurit TNI Ditahan, Diduga Siksa Junior Hingga Tewas

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Indonesia kembali diguncang kabar kelam dari tubuh TNI Angkatan Darat. Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), prajurit muda yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM) Nagekeo, NTT, meregang nyawa setelah diduga disiksa secara brutal oleh empat seniornya di dalam asrama.

Peristiwa memilukan ini membuat publik bergolak. Tagar #KeadilanUntukLucky mendominasi jagat media sosial. Warganet tak hanya murka, tapi juga menuntut keadilan hingga sorotan media internasional pun mulai mengarah ke kasus ini.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkapkan, penyidik Pomdam IX/Udayana telah menetapkan empat prajurit senior berinisial Pratu AA, Pratu EDA, Pratu PNBS, dan Pratu ARR sebagai tersangka. Keempatnya langsung ditahan di Subdenpom IX/1-1 Ende.

Namun, tragedi ini tampaknya belum berakhir. Sebanyak 16 prajurit lain tengah diperiksa intensif. “Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Kami akan terus mendalami peran masing-masing hingga jelas pasal yang akan dikenakan,” tegas Brigjen Wahyu, Minggu (10/8/2025).

Kronologi kematian Prada Lucky menambah luka. Ia sempat berjuang di ICU RSUD Aeramo selama empat hari, sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Rabu (6/8). Jenazah dibawa pulang ke Kupang oleh orang tuanya,  ayahnya seorang bintara aktif TNI, Serma Kristian Namo, dan ibunya Sepriana Paulina Mirpey. Pemakaman digelar secara militer, namun diwarnai isak tangis keluarga dan rekan sejawat.

Amarah publik juga disuarakan oleh anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. Ia mendesak pengadilan militer memberi hukuman maksimal sekaligus memecat para pelaku dari dinas kemiliteran.

“Empat orang terlibat, ini jelas pengeroyokan, bukan insiden. Korban bahkan tidak melawan karena posisinya sebagai junior,” tegasnya. Hasanuddin juga menyerukan reformasi besar-besaran dalam kultur senior-junior di tubuh TNI, agar pembinaan tidak lagi berubah menjadi ajang kekerasan mematikan.

Kasus ini kini menjadi ujian transparansi dan komitmen TNI dalam menegakkan hukum di dalam institusi. Publik menanti, apakah nyawa Prada Lucky akan mendapatkan keadilan penuh atau hanya menjadi bagian dari daftar panjang tragedi serupa yang terlupakan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.