Sadis! Seorang Anak di Bengkulu Tega Bunuh Ibu Kandung Saat Sholat

banner 468x60

BENGKULU, Radarjakarta.id — Sebuah tragedi mengerikan mengguncang warga Kota Bengkulu. Seorang remaja perempuan berinisial NR (18) tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, YT (50), dengan cara yang sangat sadis. Peristiwa mengenaskan ini terjadi di rumah mereka di Jalan Manggis 1, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Sabtu (2/8/2025) pukul 13.00 WIB.

Korban yang saat itu tengah khusyuk menunaikan salat Zuhur, tiba-tiba diserang dari belakang oleh putrinya sendiri. Dengan brutal, pelaku menghantam kepala ibunya menggunakan batu ulekan (cobek), lalu menusuk leher dan dada korban sebanyak tiga kali menggunakan pisau dapur.

Korban tewas seketika di tempat kejadian dengan luka parah di sekujur tubuh. Usai melakukan aksinya, NR keluar rumah dan berlari ke rumah tetangga sambil menangis, mengaku telah membunuh ibunya dan meminta tolong menitipkan adik-adiknya.

“Dia datang ke rumah dan bilang sudah bunuh ibunya. Kami semua syok,” ujar Ice, salah satu tetangga korban, Sabtu sore.

Warga yang panik langsung melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. Tak lama, tim gabungan dari Resmob Macan Gading Polresta Bengkulu dan Unit Opsnal Polsek Gading Cempaka tiba di lokasi dan langsung mengamankan pelaku.

Diduga Mengalami Gangguan Jiwa

Kanit Reskrim Polsek Gading Cempaka, Iptu Putra Agung, membenarkan bahwa pelaku memiliki riwayat sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ia pernah menjalani perawatan kejiwaan di rumah sakit jiwa beberapa waktu lalu.

“Pelaku adalah anak kandung korban. Berdasarkan keterangan warga, yang bersangkutan memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Motif sedang kami dalami,” ujar Iptu Putra Agung.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Kota Bengkulu untuk dilakukan visum dan autopsi. Sementara itu, NR kini ditahan di Polresta Bengkulu untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

Warga Terpukul dan Tak Percaya

Tragedi ini menyisakan luka mendalam bagi warga sekitar. Sejumlah tetangga mengaku terkejut, karena selama ini NR dikenal sebagai pribadi pendiam dan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kekerasan.

“Kami tidak menyangka. Keluarga itu selama ini biasa saja, tidak ada konflik yang terlihat,” ujar warga lainnya.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa proses penyidikan akan terus berlanjut, termasuk pemeriksaan psikologis terhadap pelaku. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental anggota keluarga demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.