JAKARTA, Radarjakarta.id — Pernyataan panas datang dari Sekretaris Jenderal Pasukan Banteng dan Beringin Tangguh (Pasbata), Budiyanto Hadinagoro, yang menanggapi polemik dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Dalam konferensi pers pada Kamis (17/7), Budiyanto melontarkan pernyataan keras dan tantangan tak biasa: siap berjalan dari Monas ke Stasiun Solo Balapan tanpa busana jika Roy Suryo tidak masuk penjara.
“Kalau Roy Suryo bilang ijazah Jokowi 99,9 persen palsu, saya pastikan 1.000 persen dia akan masuk penjara. Karena dia tidak bisa membuktikan. Yang menuduh harus membawa bukti, bukan menyuruh yang dituduh membuktikan. Kalau begitu logikanya orang tolol,” ucap Budiyanto lantang.
Tak hanya berhenti di situ, Budiyanto menantang publik dan mempertaruhkan kredibilitasnya dengan pernyataan ekstrem.
“Kalau Roy Suryo tidak masuk bui, saya pindah ke planet lain. Alias jalan dari Monas ke Stasiun Solo Balapan engklek tanpa klambi (tanpa baju),” ujarnya.
Kasus Ijazah Palsu Masuki Tahap Penyidikan
Pernyataan Budiyanto muncul seiring dengan perkembangan signifikan dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menaikkan status kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan.
Sebanyak 12 tokoh publik dilaporkan dalam perkara ini, termasuk mantan Ketua KPK Abraham Samad, pengacara senior Eggi Sudjana, pakar hukum M. Rizal Fadhilah, aktivis Kurnia Tri Royani, Roy Suryo, serta tokoh lainnya seperti Ruslan Efendi, Dame Hari Lubis, Rismon H. Sianipar, dr. Tifa, Michael Benyamin Sinaga, Nur Diansyah Susilo, dan Ali Ridho alias Aldo.
Pihak kepolisian belum menyebutkan siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka, namun gelombang perhatian publik semakin besar seiring dengan eskalasi kasus ini.***
Sekjen Pasbata Siap Jalan Telanjang dari Monas ke Solo Jika Roy Suryo Tak Dipenjara










