Haru dan Khidmat di Tanah Suci: Seluruh Jemaah Haji RI Tuntaskan Wukuf, Kini Menuju Mina

banner 468x60

ARAFAH, Radarjakarta.id — Lautan manusia berbalut kain putih membanjiri Padang Arafah, Kamis (5/6/2025), dalam suasana syahdu penuh doa. Di tengah deru angin dan terik mentari, hampir dua juta jemaah haji dari berbagai belahan dunia menjalani puncak ibadah haji wukuf di Arafah.

Indonesia tak ketinggalan. Sebanyak lebih dari 200 ribu jemaah Tanah Air telah resmi menyelesaikan prosesi wukuf dan kini tengah bersiap menuju Mina melalui Muzdalifah. Proses pemindahan skala besar ini dikoordinasikan langsung oleh Kementerian Agama (Kemenag).

“Alhamdulillah, hari ini 10 Zulhijah 1446 H pukul 03.30, seluruh jemaah haji Indonesia dari Arafah sudah berhasil dievakuasi ke Muzdalifah dan Mina,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, Jumat (6/6/2025).

Langkah Demi Langkah Suci: Dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina

Perjalanan spiritual jemaah berlanjut saat mereka bergerak dari Arafah ke Muzdalifah pada Kamis malam. Sekitar pukul 19.30 waktu Arab Saudi (WAS), rombongan jemaah mulai terlihat memenuhi padang Muzdalifah, tempat mereka melaksanakan salat Magrib dan Isya secara jamak qasar, serta menjalani mabit (bermalam).

Petugas lapangan mengarahkan jemaah ke zona yang telah dibagi berdasarkan syarikah (penyelenggara layanan), memastikan ibadah berlangsung tertib. Di sela mabit, jemaah juga mengumpulkan batu kerikil untuk prosesi lempar jumrah di Mina.

Skema Khusus untuk Lansia dan Disabilitas: Murur Jadi Solusi Humanis

Sekitar 60 ribu jemaah haji Indonesia yang tergolong lanjut usia, disabilitas, dan risiko tinggi tidak perlu turun dari bus saat melewati Muzdalifah. Mereka mengikuti skema murur, yaitu singgah simbolik di Muzdalifah sebelum langsung menuju Mina.

Langkah ini dinilai strategis dan manusiawi untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah rentan, dengan jalur bus khusus terpisah dari jalur jemaah reguler.

Kisah Haru Adinda dan Ibunya: Ibadah yang Ditunaikan Sepenuh Hati

Di antara jutaan jemaah, kisah Adinda, 24 tahun, dari Kloter JKG 11 Embarkasi Pondok Gede, menarik perhatian. Ia dengan penuh cinta menemani ibunya, Siti Aminah, dalam setiap tahap perjalanan haji.

“Alhamdulillah, saya sangat bahagia bisa mendampingi ibu dalam fase Armuzna ini. Rasanya luar biasa,” tutur Adinda dengan mata berkaca-kaca.

Kemenag Imbau Disiplin Jadwal Lempar Jumrah

Kini, seluruh perhatian tertuju ke Mina. Di sanalah para jemaah akan melaksanakan prosesi lempar jumrah, yang menjadi bagian krusial dari ritual haji.

Kemenag mengingatkan agar jemaah mengikuti jadwal resmi lempar jumrah guna mencegah kepadatan dan menjaga keselamatan.

Jadwal Lempar Jumrah Jemaah Haji Indonesia:

10 Zulhijah – Jumrah Aqabah:

Pukul 00.00–04.00 & 10.00–24.00

Dilarang: 04.00–10.00

11 Zulhijah:

Pukul 17.00–24.00 & 00.00–04.00

Dilarang: 11.00–14.00

12 Zulhijah:

Pukul 05.00–10.30 & 18.00–24.00

Dilarang: 11.00–14.00

13 Zulhijah:

Pukul 05.00–12.00

Doa, Zikir, dan Kesabaran: Bekal Menuju Mina

Hingga Jumat pagi (6/6/2025), ribuan jemaah Indonesia masih berada di Muzdalifah, menanti giliran diberangkatkan ke Mina. Sebagian tampak beristirahat di atas karpet terbentang, sebagian lagi terus berzikir dalam suasana khusyuk.

Ibadah haji bukan hanya soal ritual fisik, tetapi juga perjalanan jiwa. Dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina, setiap langkah jemaah adalah kisah pengorbanan, doa, dan harapan.

“Semoga proses menuju Mina berjalan lancar, dan jemaah dapat menunaikan lempar jumrah dengan aman dan tertib,” harap Kemenag.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ibadah haji adalah puncak perjalanan spiritual umat Islam. Sekali dalam seumur hidup, setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial dipanggil untuk menapaktilasi jejak Nabi Ibrahim dan keluarganya — dalam wujud pengabdian total kepada Sang Pencipta.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.