Pendiri Haidar Alwi Institute Serukan Revolusi Gotong Royong, Ajak Miliarder Bantu Lunasi Utang Rakyat Miskin

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Jakarta — Di tengah tekanan ekonomi yang terus menghimpit rakyat kecil, R Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, melontarkan seruan menggetarkan: saatnya para pemilik kekayaan besar di Indonesia ambil bagian langsung dalam melunasi beban utang mikro jutaan warga miskin.

Menurut Haidar, membangun semangat gotong royong bukan hanya soal moral sosial, tapi kunci menjaga kedaulatan bangsa yang tengah rapuh akibat ketergantungan pada utang luar negeri dan beban ekonomi yang diwariskan ke generasi muda.

“Bangsa ini tak akan maju jika kita terus mengandalkan pinjaman luar negeri dan membiarkan rakyat kecil tenggelam dalam utang. Tapi negara saja tidak cukup harus ada partisipasi nyata dari mereka yang mampu,” tegas Haidar dalam wawancara eksklusif, Sabtu (17/5/2025).

Data terbaru menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 200 ribu orang kaya dengan kekayaan lebih dari Rp100 miliar. Haidar menawarkan solusi sederhana namun revolusioner: jika 1.000 orang kaya bersedia membantu melunasi utang sederhana bagi 10.000 keluarga miskin, maka 10 juta jiwa bisa terbebas dari jeratan ekonomi.

Ia menghitung, rata-rata utang produktif keluarga miskin mencapai Rp3 juta, yang biasanya untuk kebutuhan penting seperti sekolah anak, pengobatan, atau modal usaha kecil. Total utang Rp30 miliar itu, jika dibagi ke 1.000 dermawan, berarti kontribusi masing-masing hanya Rp30 juta jumlah yang bagi mereka bisa dianggap kecil, tapi sangat berarti bagi kehidupan rakyat.

“Bagi sebagian orang kaya, Rp30 juta mungkin hanya harga makan malam di restoran mewah atau sepotong jam tangan. Tapi bagi rakyat, itu bisa menyelamatkan hidup mereka,” ujarnya.

Haidar menekankan, gerakan ini bukan sekadar amal, tapi nasionalisme modern yang nyata: “Nasionalisme bukan cuma bendera dan lagu, tapi tindakan konkret membela rakyat dari kemiskinan dan utang mencekik.”

Lewat program Rakyat Bantu Rakyat, Haidar Alwi Care telah membuktikan solidaritas terorganisir dapat menolong pengobatan, makanan, dan pendidikan. Kini, Haidar mengajak memperluas gerakan ini dengan sistem digital transparan dan insentif bagi para dermawan, agar gotong royong ini menjadi kekuatan besar yang mengubah masa depan bangsa.

“Indonesia bukan negara miskin, tapi kita butuh keberanian untuk mengubah cara kita saling membantu,” pungkas Haidar dengan penuh semangat.

Pesannya jelas: kekayaan bukanlah aib, tapi kewajiban moral untuk membela bangsa. “Kalau kita bergerak bersama, tak ada anak Indonesia yang putus sekolah, tak ada ibu yang harus menjual barang dapur karena anak sakit, dan kita tak lagi bergantung pada bantuan asing. Indonesia harus berdiri sendiri, kuat dan mandiri.” (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.