Kongres GMKI di Samarinda: Calon Ketum Fawer Sihite Serukan Dinamika Damai dan Intelektual

banner 468x60

RADAR JAKARTA | Samarinda – Kongres Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ke-39 resmi digelar di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada 16–25 Mei 2025. Ribuan kader dari berbagai cabang GMKI di seluruh Indonesia hadir untuk menetapkan arah gerakan ke depan dan memilih Ketua Umum masa bakti 2025–2027.

Salah satu figur yang mencuri perhatian dalam perhelatan ini adalah Fawer Full F. Sihite, S.H., S.Th., MAPS, Calon Ketua Umum GMKI. Dalam berbagai forum diskusi dan sidang, Fawer menyerukan pentingnya menjaga dinamika organisasi dalam koridor damai dan intelektual.

“Dinamika itu sehat, bahkan dibutuhkan dalam organisasi sebesar GMKI. Tapi dinamika itu harus dibalut semangat damai dan didasari pendekatan intelektual. Bukan saling menjatuhkan, tetapi saling menguatkan dalam argumentasi dan kasih,” tegas Fawer dalam sesi pleno terbuka.

Lebih lanjut, Fawer mengajak seluruh kader untuk kembali menghidupi semboyan Ut Omnes Unum Sint agar mereka semua menjadi satu sebagai ruh utama gerakan GMKI. Ia menekankan bahwa semboyan ini bukan sekadar warisan sejarah, melainkan panggilan spiritual yang sangat relevan untuk menghadapi tantangan zaman, termasuk perpecahan, polarisasi, dan ego sektoral.

“GMKI berdiri atas dasar kesatuan iman, semangat pelayanan, dan pengembangan kapasitas intelektual. Ut Omnes Unum Sint harus menjadi arah gerak, bukan sekadar kutipan. GMKI harus menjadi ruang aman untuk berpikir berbeda, namun tetap berjalan bersama,” ujarnya.

Sebagai kader berpengalaman, Fawer memiliki rekam jejak kuat dalam organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua GMKI Cabang Pematang siantar – Simalungun dan Ketua Bidang Hubungan Internasional Pengurus Pusat GMKI Masa Bakti 2020–2022.

Dalam suasana penuh syukur, Fawer juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia Kongres GMKI ke-39. Ia secara khusus menyoroti kerja keras panitia pusat, panitia lokal, dan tuan rumah yang telah menciptakan suasana kongres yang tertib dan penuh semangat kekeluargaan.

“Saya sangat mengapresiasi seluruh panitia pelaksana. Mereka bekerja dalam senyap, namun hasilnya nyata. Ini adalah teladan pelayanan rendah hati dan totalitas tanpa pamrih,” ungkapnya.

Fawer menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan kongres ini merupakan hasil kerja sama lintas cabang, lintas generasi, dan lintas latar belakang. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa ketika GMKI bersatu, segala tantangan dapat dihadapi dengan baik.

Kongres ke-39 ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja pengurus sebelumnya, merumuskan arah gerakan yang baru, serta memilih pemimpin nasional GMKI selanjutnya. Di tengah berbagai dinamika, semangat damai, kebersamaan, dan pertumbuhan intelektual menjadi nilai utama yang terus digaungkan.

“GMKI ke depan harus menjadi ruang pengkaderan yang sehat tempat kader tumbuh bukan hanya sebagai aktivis, tetapi juga pemikir dan pelayan. Bukan hanya bagi gereja, tetapi juga untuk bangsa dan dunia,” pungkas Fawer.

Dengan semangat Ut Omnes Unum Sint, dinamika yang sehat, serta keteladanan dalam pelayanan, Kongres GMKI Samarinda diharapkan menjadi titik awal kebangkitan baru bagi GMKI untuk menjawab tantangan zaman secara relevan, inklusif, dan profetik. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.