RADAR JAKARTA|Pasuruan – Dalam upaya meningkatkan efektivitas pembinaan narapidana, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) pada Selasa (6/5). Bertempat di Aula Serbaguna, sidang ini menjadi langkah strategis untuk menilai perkembangan perilaku, kepatuhan, dan kesiapan warga binaan dalam menghadapi proses reintegrasi ke masyarakat.
Sebanyak 30 warga binaan menjadi subjek evaluasi dalam sidang kali ini. Mereka dinilai secara menyeluruh berdasarkan laporan harian dari petugas pembinaan dan pengamanan. Sidang ini bukan sekadar formalitas, melainkan tahap krusial yang menjadi tolok ukur kelayakan untuk menerima hak-hak integrasi seperti pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, hingga remisi.
Sidang dipimpin oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Imron Rosyadi, bersama tim TPP yang terdiri dari pejabat struktural, staf pembinaan, staf keamanan, dan Kepala Regu Pengamanan. Proses penilaian dilakukan secara objektif, berbasis data, dan transparan.
“Setiap evaluasi kami lakukan dengan serius. Ini bukan hanya tentang memenuhi prosedur, tapi tentang memastikan bahwa warga binaan benar-benar siap untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat,” ujar Imron.
Sementara itu, Plt Kepala Rutan Bangil, Muhammad Faishol Nur, menegaskan bahwa sidang TPP adalah cermin dari komitmen institusi pemasyarakatan dalam menjalankan fungsi rehabilitasi. “Ini bukan sekadar evaluasi administratif. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan pembinaan berjalan secara efektif, manusiawi, dan berorientasi pada perubahan positif,” tegasnya.
Faishol juga berharap agar sidang ini menjadi momen refleksi bagi warga binaan. “Kami ingin mereka melihat ini sebagai peluang untuk memperbaiki diri, bukan hanya demi hak-hak yang bisa diperoleh, tetapi demi masa depan yang lebih baik.”
Sidang TPP Rutan Bangil bukan hanya agenda rutin, melainkan simbol nyata dari transformasi sistem pemasyarakatan yang mengedepankan aspek pembinaan dan pemulihan. Dengan pendekatan yang lebih personal, terstruktur, dan berbasis data, Rutan Bangil berupaya mencetak warga binaan yang tidak hanya patuh, tetapi juga siap menjadi agen perubahan saat kembali ke tengah masyarakat.(*)
Sidang TPP Rutan Bangil, Evaluasi Warga Binaan Secara Ketat










