RADAR JAKARTA|Jakarta — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto secara mengejutkan membatalkan keputusan mutasi terhadap sejumlah perwira tinggi, termasuk Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, yang sebelumnya sempat dimutasi dari jabatannya sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I).
Pembatalan mutasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/554.a/IV/2025 yang ditandatangani pada 30 April 2025 oleh Kepala Sekretariat Umum TNI, Brigjen Mohammad Sjahroni. Dokumen ini menggantikan Keputusan Panglima TNI sebelumnya, Nomor Kep/554/IV/2025, yang diterbitkan hanya sehari sebelumnya, pada 29 April 2025.
“Telah dikeluarkan surat keputusan terbaru yang berisi perubahan terhadap mutasi sebelumnya,” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen Kristomei Sianturi dalam konferensi pers daring, Jumat (2/5).
Letjen Kunto, putra Jenderal (Purn) Try Sutrisno Wakil Presiden ke-6 RI sekaligus mantan Panglima ABRI 1988–1993 dipastikan tetap menduduki kursi strategis sebagai Pangkogabwilhan I. Sebelumnya, ia sempat direncanakan untuk dimutasi menjadi Staf Khusus KSAD dan digantikan oleh Laksamana Muda TNI Hersan, eks Pangkoarmada III sekaligus mantan ajudan Presiden Joko Widodo. Namun, rencana promosi Hersan pun dibatalkan.
Selain Kunto dan Hersan, terdapat enam perwira tinggi lainnya yang batal dimutasi:
- Laksda TNI H. Krisno Utomo, tetap sebagai Pangkolinlamil, batal ke Pangkoarmada III.
- Laksda TNI Rudhi Aviantara, batal dari Kas Kogabwilhan II ke Pangkolinlamil.
- Laksma TNI Phundi Rusbandi, batal menjadi Kas Kogabwilhan II.
- Laksma TNI Benny Febri, batal menjadi Waaskomlek KSAL.
- Laksma TNI Maulana, tetap sebagai Staf Khusus KSAL, batal ke Kadiskomlekal.
Menurut Brigjen Kristomei, pembatalan ini dilakukan karena masing-masing perwira masih memiliki tugas strategis yang belum selesai, seiring dengan dinamika situasi terkini. “Tidak ada persepsi negatif kepada publik. Ini murni kebutuhan organisasi dan penyesuaian terhadap perkembangan situasi,” ujarnya.
Letjen Kunto dikenal sebagai figur militer dengan latar belakang tempur yang solid. Memulai kariernya di satuan infanteri Raider unit elite TNI AD, ia pernah menjabat sebagai Pangdam XIV/Hasanuddin dan dikenal memiliki kepemimpinan tegas dalam menjaga stabilitas kawasan.
Pengangkatan Kunto sebagai Pangkogabwilhan I pada awal 2025 menjadi sorotan karena ia merupakan perwira dari TNI AD pertama yang mengisi posisi tersebut, yang selama ini dominan dipegang oleh perwira TNI AL atau TNI AU. Jabatan ini memegang peran vital dalam mengoordinasikan operasi pertahanan kawasan strategis barat Indonesia, termasuk pengamanan Selat Malaka dan Laut Natuna Utara.
Langkah pembatalan mutasi ini menegaskan dinamika cepat dalam tubuh TNI dan menunjukkan bahwa posisi-posisi kunci tetap berada di tangan mereka yang dianggap paling siap secara operasional.(*)











