Viral! Diduga Intel Polisi Tertangkap Mahasiswa Saat May Day di Semarang, Aksi Damai Berubah Ricuh

banner 468x60

RADAR JAKARTA|Semarang — Aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Semarang mendadak menjadi sorotan nasional setelah insiden mengejutkan terjadi di tengah kerumunan massa. Seorang pria berpakaian hitam diduga merupakan anggota intelijen polisi tertangkap dan diinterogasi oleh sekelompok mahasiswa, memicu kehebohan di media sosial dan publik luas.

Insiden itu terjadi saat ribuan buruh dan mahasiswa menggelar unjuk rasa di Jalan Pahlawan, tepat di depan kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah. Aksi awalnya berlangsung tertib dan bahkan mendapat sambutan langsung dari Gubernur Jateng. Namun ketegangan meningkat tajam menjelang sore hari.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam sebuah video yang viral di akun Instagram @dhemit_is_back01 dan @aliansimahasiswapenggugat, terlihat seorang pria yang mengaku bernama Yanto dikerumuni mahasiswa dan diinterogasi secara terbuka. Ia kemudian mengakui bahwa dirinya adalah anggota polisi berpangkat Brigadir.

“Kita berhasil menawan intel,” tulis akun @aliansimahasiswapenggugat dalam unggahannya. Dalam video itu, terdengar suara mahasiswa memperingatkan massa aksi untuk tetap waspada terhadap penyusup. “Perhatikan kawan-kawan, yang menyusup adalah anak muda seperti kita juga,” ujar seorang mahasiswa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kepolisian terkait status pria tersebut. Namun, video pengakuannya telah menyebar luas di berbagai platform media sosial, memancing reaksi dari berbagai kalangan.

Tak lama setelah insiden itu, situasi di lapangan memanas. Sekitar pukul 17.15 WIB, muncul kelompok berpakaian serba hitam yang diduga berasal dari jaringan anarko. Mereka melempari botol dan batu, serta merusak pagar taman di sekitar lokasi aksi. Polisi pun membubarkan massa menggunakan gas air mata dan water cannon.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyatakan bahwa kericuhan dipicu oleh kelompok non-buruh. “Ada satu kelompok lain, yakni kelompok anarko, yang memicu aksi anarkis,” ungkapnya.

Beberapa demonstran diamankan dan dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk proses lebih lanjut. “Beberapa orang kita amankan karena diduga menjadi provokator,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M. Syahduddi.

Aksi May Day 2025 yang semula menjadi ajang menyuarakan aspirasi buruh kini meninggalkan tanda tanya besar soal transparansi aparat, penyusupan intelijen, dan eskalasi kekerasan di ruang publik. Publik kini menunggu penjelasan resmi dari Polda Jawa Tengah atas insiden yang menghebohkan tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.