RadarJakarta.id|KARANGANYAR-Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (kemen Surakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Pembangunan Desa Sehat (PPDS) yang merupakan program hibah dari Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan. Kegiatan tersebut bertema “Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Anak”dengan melakukan pendekatan interprofessional collaboration di komunitas “Forum Buah Hati Intan Pari” Desa Wonolopo, Tasikmadu, Karanganyar.
Ketua Pelaksana Dr. Nur Rachmat, BPO, M.Kes dari profesi ortotik prostetik menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan penerapan hasil penelitian dan ilmu yang diterima dari pelaksana yang terdiri dari Poltekkes Kemenkes Surakarta dan Poltekkes Kemenkes Jakarta 1. Kegiatan ini dilaksanakan dengan aplikasi kolaborasi beberapa profesi Kesehatan.
Hadir juga dalam kegiatan ini Dr. Apt. Indri Kusuma Dewi, M.Sc (Jamu), Dr. Ninik Nurhidayah, M.Kes dan Dr. Bambang Kuncoro, MOT (Okupasi Terapi), Emy Suryani, Mi.Mid (Bidan), Dr. Jusuf Kristianto (Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Gigi), dan Yuyun Setyorini, S.Kp, M.Kep (Perawat).
Nur Rahmat mengatakan bahwa komunitas yang menjadi mitra kegiatan adalah Forum Buah Hati Intan Pari Karanganyar, yang merupakan komunitas anak penyandang disabilitas. “Tujuan kegiatan ini agar mewujudkan Desa Sehat yang ramah disabilitas. Kerjasama lintas institusi yang dilibatkan adalah Kepala Desa Wonolopo, Puskesmas Tasikmadu, Dinas Kesehatan Karanganyar, Dinas Sosial Karanganya, PPRBM Solo, PT. Kuspito Ortotik Prostetik, NLR dan pihak terkait lainnya,”ujar Nur Rahmat, Selasa(3/9/2024).
Menurutnya, hingga saat ini sudah terdapat 53 alat bantu ortotik prostetik yang telah diberikan kepada Anggota Forum Buah Hati. Selain mendapatkan alat bantu, para anggota forum mendapatkan terapi okupasi, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, pengetahuan kesehatan gigi, praktik membuat jamu untuk peningkatan imun, serta pengetahuan kesehatan umum yang perlu diketahui anak penyadang disabilitas dan keluarganya.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan reguler yang dilaksanakan setiap bulan. Forum Buah Hati Intan Pari merupakan salah satu forum binaan Poltekkes Kemenkes Surakarta. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan anak penyandang disabilitas menjadi semakin berdaya, para stakeholder semakin aware, dan Desa Wonolopo menjadi Desa ramah disabilitas, dan diharapkan ikut meningkatkan kesehatan di Kabupaten Karanganyar,”tambahnya
Sementara itu, kegiatan terapis okupasional memberikan layanan Kesehatan atau intervensi pada anak berkebutuhan khusus. Tujuan intervensi okupasional adalah menfasilitasi perkembangan anak ke arah normal, menghambat perkembangan disabilitas dan dapat meningkatkan kemandirian dalam aktivitas fungsional kehidupan sehari-hari.
Sedangkan kegiatan kebidanan memberikan layanan kesehatan dan edukasi pada anak berkebutuhan khusus dalam bidang kesehatan reproduksi. Tujuannya adalah mempersiapkan orang tua dan anak berkebutuhan untuk memasuki masa reproduksinya termasuk personal hygiene sehingga orang tua dapat memahami perubahan yang terjadi dan memberikan perawatan yang optimal. (eka)










