Radarjakarta.id | JAKARTA – Berbeda dengan Indonesia, Arab Saudi memulai ibadah puasa Ramadan pada Hari ini, Senin (11/3/2024), sebelumnya Pemerintah Arab Saudi mengumumkan pada Minggu (10/3) bahwa 1 Ramadan 1445 H jatuh pada Senin 11 Maret 2024 setelah hilal bulan sabit Ramadan terlihat dari pemantauan.
Peristiwa penting ini dipimpin oleh astronom terkemuka Saudi, Direktur Observatorium Astronomi, Abdullah Al-Khudairi, di Sudair.
Mahkamah Agung Arab Saudi juga meminta seluruh umat Islam di negaranya untuk menantikan bulan sabit Ramadhan pada Minggu, 10 Maret 2024 malam atau bertepatan dengan 29 Syaban 1445 dalam penanggalan Islam.
Jika hilal Ramadhan terlihat pada Minggu malam, maka Ramadhan akan dimulai pada Senin, 11 Maret. Jika tidak, bulan suci akan dimulai pada Selasa, 12 Maret.
Mahkamah Agung telah meminta siapa pun yang melihat bulan sabit Ramadhan dengan mata telanjang atau melalui teropong, memberitahu pengadilan terdekat dengan lokasi mereka dan mencatat kesaksian mereka di sana.
Selain Arab Saudi, Qatar dan UEA juga telah mengonfirmasi bahwa Ramadan akan dimulai pada hari Senin 11 Maret. Sementara itu, Oman, Pakistan, Australia, Malaysia, Brunei, dan Iran pada 12 Maret.
Penentuan tanggal mulai bergantung pada perhitungan bulan dan penampakan fisik bulan baru, sebuah praktik yang berakar pada tradisi Islam.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengatakan bahwa perhitungan astronomi terkait posisi hilal awal Ramadan 1445 H di Indonesia masih belum terlihat.
Ahli Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendaya mengatakan bahwa hingga saat ini posisi hilal masih rendah di Indonesia. Sehingga diprediksi bahwa awal puasa 1 Ramadan 1445 Hijriah jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024.
Hasil ini diperoleh melalui pemaparan materi posisi hilal di sidang Isbat penetapan awal puasa 1 Ramadan 1445 H di Kementerian Agama (Kemenag), pada Minggu (10/3/2024). | Faisal 6444*










