Radarjakarta.id | ROKAN HULU – Untuk memperkokoh identitas dan jati diri, meningkatkan harkat dan martabat, dalam meningkatkan kesejahteraan serta mempromosikan warisan Budaya itu sendiri kepada khalayak ramai, Bapeda Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Ekspos Kajian Inventarisasi Potensi Objek Pemajuan Kebudayaan (KIPOPK) di Aula Kantor Bupati (21/12/2021).
Giat dihadiri Tim Leader Universitas Pasir Pengaraian (UPP) Rohul Dr Nurrahmawati M Pd, Peneliti UPP RohulbArrafiqur Rahman, MM dan Zulkifli SH MH C A, Asisten Peneliti UPP Rohul Cicilia Melinda M Pd, pihak Disdikpora Rohul, Disparbud Rohul, DPMPD Rohul, LAM Rohul, Luhak Kepenuhan; Luhak Rambah, Luhak Kunto Darussalam, Luhak Rokan IV Koto, Luhak Tambusai, Kewalian Tandun, Kewalian Kabun, Perwakilan Tanah Bolobieh Ujung Batu dan lainnya
Dalam kesempatan itu, Kepala Bapeda Rohu Drs Yurmar Yusuf MSi, menyampaikan pada paparan ekspos kajian Inventarisasi potensi objek pemajuan kebudayaan Kabupaten Rohul.
“Sebelumnya, dikatakan Warisan Budaya yang masih hidup di tengah Masyarakat Rohul tersebar di setiap Kecamatan, merupakan bagian dari lima Luhak yaitu Luhak Rambah, Luhak Tambusai, Luhak Rokan IV Koto, Luhak Kunto Darussalam dan Luhak Kepenuhan, Kemudian terdapat Dua Kewalian yaitu Kewalian Tandun dan Kewalian Kabun serta Satu Tanah Bolobieh Ujung Batu, ” terangnya.
Lanjutnya, kenyataannya saat ini belum terdapat referensi utuh yang terdokumentasi sebagai rujukan bagi generasi pewaris. Keberagaman budaya merupakan aset bangsa dan modal dasar pembangunan. “Pembangunan kebudayaan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup Manusia, ” tuturnya.
“Seiring perkembangan zaman dan semakin derasnya arus globalisasi menyebabkan masyarakat terkhususnya Generasi Muda semangatnya mengenal budaya semakin
menurun,” kata Eks Kadiskominfo ini.
Dia menjelaskan, pelestarian Warisan kebudayaan merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan mengingat semakin derasnya arus globalisasi yang mengikis nilai-nilai warisan kebudayaan. “Oleh karena itu perlu adanya inventarisasi kebudayaan Rohul yang terdokumentasi secara komprehensif, ” ujarnya.
Realitanya, sambungnya, faktor Sosial Budaya sering kali terlupakan untuk turut dikemas sebagai paket utuh dari sebuah pembangunan. Padahal budaya seringkali memengaruhi bagaimana perilaku masyarakat di dalam gaya hidupnya, misalnya untuk kehidupan sosial maupun berekonomi.
“Korelasi antara Sosial Budaya dan kualitas
pembangunan memang terkadang sulit dideskripsikan melalui pendekatan statistik. Pasalnya produk budaya cenderung lebih dekat sebagai data kualitatif, sedangkan indikator kualitas pembangunan dipaksa untuk serba terukur, ” urainya
“Sehubungan semakin tergerusnya kebudayaan akibat pembangunan, dibutuhkan usaha-usaha untuk pelestariannya. Salah satunya dengan cara melakukan inventarisasi terhadap kebudayaan itu sendiri, ” terang Yusmar lagi.
Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, dikatakan bahwa kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan dan persatuan dengan tidak menolak bahan- bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa.
Tujuan utama dari pelestarian warisan budaya yang merupakan warisan umat manusia adalah untuk memperkokoh identitas dan jati diri, meningkatkan harkat dan martabat, meningkatkan kesejahteraan serta mempromosikan warisan budaya itu sendiri kepada khalayak ramai.
Warisan budaya sudah sepatutnya dijaga dengan berbagai upaya pelestarian serta pemanfaatan untuk kemaslahatan Masyarakat. Warisan budaya sebagai warisan manusia masa lalu mengandung nilai-nilai filosofis, etika dan moral yang wajib dipahami oleh generasi pewaris budaya untuk dipelihara, dibina, dibangun dan dikembangkan untuk kepentingan hidup manusia secara menyeluruh.
Namun permasalahannya adalah bagaimana warisan Budaya tersebut dapat dijaga dan dipelihara dalam arti dilestarikan serta dikembangkan dalam upaya pembangunan yang berkelanjutan.
Dokumen kajian yang dihasilkan ini nantinya dapat digunakan sebagai rujukan untuk menentukan arah kebijakan dengan melestarikan warisan budaya serta mengembangkan nilai-nilai Luhur budaya daerah sehingga kebudayaan daerah Rohul menjadi haluan dalam pembangunan. | RP*
Bapeda Rohul Ekspos Kajian Inventarisasi Potensi Objek Pemajuan Kebudayaan










