Jaga Perasaan Golkar setelah PPP dan PAN Merapat ke PDIP, Hasto: Kami Komunikasi Intens

banner 468x60

Radarjakarta.id I JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tetap menjaga hubungan baik dengan Partai Golkar dengan cara berkomunikasi secara intens.

Hal ini didasari atas beralihnya dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan dijajakinya Partai Amanat Nasional (PAN) yang notabene keduanya merupakan anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) ke PDIP.

“Ketika bertemu dengan Pak Zulkifli Hasan kemarin, kemudian Pak Mardiono Ketua Umum PPP, beliau-beliau menjelaskan tentang posisinya dengan Koalisi Indonesia Bersatu. Nah sehingga tentu saja secara etis kami juga harus membangun komunikasi politik yang baik dengan para petinggi Golkar,” kata Hasto ditemui saat menghadiri Konsolidasi PDIP DKI Jakarta di Basket Hall, GBK, Senayan, Minggu (4/6/2023).

Hasto mengklaim dia sudah menemui para petinggi Golkar untuk melakukan komunikasi politik. “Terlebih Mbak Puan selaku Ketua DPR RI, beliau juga sudah melakukan pertemuan-pertemuan khusus (dengan petinggi Golkar),” kata Hasto.

Hasto mengatakan, komunikasi antara partainya dengan Golkar akan semakin intens setelah PDIP menggelar rapat kerja nasional (rakernas) pada 6 hingga 8 Juni 2023 mendatang. “Golkar kan sebentar lagi akan mengadakan rakernas ya, PDI Perjuangan juga. Setelah rakernas ini akan dilakukan komunikasi yang semakin intens,” kata Hasto.

Lebih jauh Hasto mengatakan ihwal kelanjutan pertemuan dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyambangi DPP PDIP di Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat kemarin, 2 Juni 2023, pengurus partai bakal membalas kunjungan tersebut.

“Kunjungan balasan dari PDI Perjuangan ke Partai Amanat Nasional tentu juga menunggu proses mekanisme internal dari PAN,” kata Hasto.

Hasto menuturkan, dalam pertemuan di Menteng, Jumat lalu, memang PAN mengusulkan nama Menteri BUMN Erick Thohir sebagai pendamping Ganjar Pranowo. “Nama seperti Pak Erick Thohir memang diusulkan oleh Partai Amanat Nasional untuk sebagai salah satu bakal calon wakil presiden,” kata Hasto.

Namun, kata Hasto, hal itu akan dibahas lagi didalam internal PAN, sehingga PDIP dalam kunjungan balasannya akan mempertimbangkan usulan tersebut. “Ada mekanisme internal dari PAN terlebih dahulu dan itulah yang akan dilakukan,” kata Hasto.

(Red)*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60