Wow! Puncak “Gerakan Masjid Bersih 2024” oleh DMI dan Unilever Siapkan 50 Ribu Paket

banner 468x60

Radarjakarta.id | JAKARTA – Program ”Gerakan Masjid Bersih 2024″ sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan antara Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Unilever Indonesia melalui lima brand nya yaitu Wipol, Vixal, Sunlight, Rinso dan Molto hari ini menggelar kegiatan bersih-bersih di salah satu masjid ikonik di Jakarta, Masjid Akbar Kemayoran, Rabu (06/03/2024).

Rangkaian program telah terselenggara sejak Januari lalu melalui pendistribusian 50.000 paket kebersihan bagi masjid di seluruh wilayah nusantara. Selain itu, dilakukan pula kunjungan langsung ke sejumlah masjid raya untuk bergotong-royong membersihkan masjid, ditutup dengan Jakarta sebagai kota pelaksanaan terakhir.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan ini melibatkan 350 relawan, yang juga dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat DMI, jajaran pengurus DMI Pusat maupun Wilayah DKI Jakarta, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Akbar Kemayoran, jajaran Direksi Unilever Indonesia, serta sederetan tokoh masyarakat lainnya.

’Gerakan Masjid Bersih’ yang dilaksanakan sejak 2017, merupakan inisiatif sosial berkelanjutan hasil kolaborasi antara DMI dan Unilever Indonesia untuk mendorong terciptanya masjid-masjid yang bersih dan nyaman bagi umat Muslim di seluruh Indonesia, khususnya pada bulan Ramadan.
Hingga kini, program ini telah didukung oleh lebih dari 150.000 relawan, dan memberi manfaat kepada 220.000 masjid di berbagai penjuru Tanah Air.

Terkait kerja sama ini, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, Ketua Umum Pengurus Pusat DMI menyatakan, ingin menyampaikan ucapan terima kasih bahwa menjelang Ramadan, kita meningkatkan lagi ‘Gerakan Masjid Bersih’.

“Di bulan Ramadan, semua orang akan bersujud di masjid. Jika masjid, toilet, tempat wudhu, atau atribut ibadahnya tidak bersih, bisa menimbulkan berbagai masalah.
Maka ‘Gerakan Masjid Bersih’ sebagai bentuk kerja sama dengan Unilever sejak 7 tahun lalu ingin menggerakkan masyarakat kepada kebersihan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Ini hanya contoh, tapi 800.000 masjid yang ada di Indonesia harus ikut menjalankan upaya ini secara bersama-sama.

“Jadi, gerakan dan kebersamaannya lah yang penting diutamakan. Sekali lagi terima kasih atas kerja sama semua pihak, khususnya dengan Unilever yang selalu menjadi bagian dari upaya baik ini,” ujar Jusuf Kalla.

Selaku tuan rumah, Drs. H. Mahsruh Hadie SH MSi, Ketua DKM Masjid Akbar Kemayoran turut menyampaikan apresiasinya, bahkan pihak DKM Masjid Akbar Kemayoran sangat berterima kasih atas dipilihnya masjid ini sebagai salah satu tempat pelaksanaan ‘Gerakan Masjid Bersih’.

“Ini merupakan fakta bahwa mensucikan dan merawat masjid adalah sebagian dari bentuk keimanan umat muslim. Insya Allah niat baik semua pihak mulai dari Unilever, Pemerintah hingga masyarakat akan menjadikan Masjid Akbar Kemayoran lebih berkembang lagi dari segi kebersihannya. Mari kita bersama-sama jaga kebersihan masjid,” ujar Mahsruh Hadie.

Kegiatan bersih-bersih ini juga menjadi semakin penting karena menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim penghujan akan terus berlangsung hingga April 2024 atau hingga melewati Idul Fitri.

Di balik fakta ini, ada banyak risiko penyakit yang umumnya timbul selama musim penghujan, tidak terkecuali di fasilitas-fasilitas umum seperti masjid.

Narila Mutia Nasir, M.K.M., Ph.D., Pakar Kesehatan Masyarakat serta Ketua Pengurus Daerah DKI Jakarta Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menerangkan, beberapa jenis penyakit yang harus diwaspadai ketika musim hujan antara lain influenza, ISPA, leptospirosis, diare, demam berdarah, demam tifoid hingga penyakit kulit.
Penyakit ‘langganan’ ini kerap muncul akibat kelembapan udara yang meningkat; agen pembawa penyakit yang lebih mudah menyebar di musim hujan; atau berbagai jenis bakteri atau mikroorganisme yang terbawa oleh genangan air.

“Risiko makin tinggi terjadi di area publik padat pengunjung, termasuk masjid. Misalnya leptospirosis, penyakit akibat bakteri Leptospira sp. yang biasanya ada di urine tikus ini sangat mungkin terbawa ke dalam masjid dari genangan air maupun banjir di sekitarnya, dan akhirnya mengendap di lantai masjid. Pembersihan rutin menggunakan cairan pembersih lantai dengan kandungan disinfektan yang ampuh membunuh bakteri menjadi langkah jitu untuk mencegah dan menurunkan risiko terkena penyakit ini,” paparnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.